Hati-hati, Banyak Peminta Saweran Ganggu Perjalanan Pemudik di Ciasem, Subang

Reza Sunarya
13/7/2015 00:00
Hati-hati, Banyak Peminta Saweran Ganggu Perjalanan Pemudik di Ciasem, Subang
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
ADA yang berbeda di sepanjang jembatan di jalur pantai utara, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, beberapa hari terakhir. Puluhan warga tampak berbaris di pinggir jalan dan jembatan.

Mereka menunggu para pemudik yang mengendarai mobil dan sepeda motor melempar recehan. Sesekali, warga merangsek ke badan jalan, saat uang recehan yang dilempar tidak sampai ke pinggir.

Ini sangat berbahaya, karena mereka berisiko ditabrak pemudik lain. Namun, warga, anak-anak dan orang dewasa, pria dan wanita, seperti tidak mengindahkannya.

Meminta uang saweran dari para pemudik sudah puluhan tahun dilakukan warga Ciasem. Pemandangan ini memang tidak terjadi setiap hari, karena mereka melakukannya hanya saat arus mudik dan balik Lebaran.

"Kami lakukan setahun sekali. Banyak pemudik yang mau beramal dalam perjalanan," kata Agus, warga.  Penghasilan dari meminta saweran itu mencapai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per orang. "Alhamdulillah bisa beli beras," Ungkap Neneng

Meski tingkah warga ini mengganggu bagi pengguna jalan, namun belum ada upaya penertian dari aparat keamanan. Alhasil, warga yang menghearapkan saweran dari pemudik pun kian bertambah. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya