Pemudik mulai Padati Jalur Pantura

Akhmad Safuan
10/7/2015 00:00
 Pemudik mulai Padati Jalur Pantura
(ANTARA/Dedhez Anggara)
Memasuki masa mudik lebaran Jumat (10/7), jalur Pantura Brebes-Semarang, Jawa Tengah, mengalami peningkatan arus kendaraan yang meningkat tajam.

Kepala Polda Jateng Irjen Noer Ali mengintatkan agar pemudik berhati-hati karena jalur Pantura masih ada yang bergelombgang.

Pemantauan Media Indonesia di sepanjang jalur Pantura Jumat (10/7), ribuan kendaraan pemudik sejak dinihari memadati jalur Brebes-Semarang. Kendaraan pemudik dan kendaraan umum reguler serta truk angkutan barang mulai memasuki jalur Pantura Jateng tersebut melalui dua pintu masuk yakni exit tol Pejagan di Tanjung, Brebes dan Cisanggarung, Losari, Brebes, yang merupakan perbatasan dengan Cirebon, Jawa Barat.

Meskipun hari pertama mudik lebaran H-7 ini lalulintas masih terlihat lancar, namun ketersendatan terutama untuk arus kendaraan dari arah barat (Jakarta) tidak terelakkan. Kendaran dari Tol Pejagan yang pada umumnya adalah kendaran pribadi tertumpuk pada ruas mulai exit tol hingga perlintasan kereta api sebidang di Tanjung, sebelum memasuki Pantura.

Sedangkan kendaraan melalui ruas Pantura mulai terlihat tersendat ketika berada di persimpangan Pasar Losari hingga Alun-alun Brebes. Meskipun jalur untuk kendaraan dari arah barat dan timur telah dipecah, namun keramaian di pasar tradisional dan kota menjadikan laju kendaraan melambat.

Menurut data yang dihimpun dari Posko Pengamanan Lebaran di Cisanggarung, jumlah kendaraan yang melintas pada hari pertama pelaksanaan mudik lebaran ini mencapai ribuan unit yakni untuk kendaran pribadi roda empat berjumlah sekitar 70-90 unit per menit, kendaraan bus sebanyak 5 unit per menit, truk sebanyak 7 unit per menit dan sepeda motor sebanyak 120 unit per menit.

Kepadatan arus lalu lintas semakin terlihat meningkat hingga kendaraan hanya dapat berjalan merambat terjadi di Simpang Maya, Kota Tegal, dan memasuki Kota Pekalongan. Ratusan kendaraan harus sesekali terhenti karena padatnya arus lalu lintas yang mulai terasa sejak dinihari.

"Biasanya melintasi Kota Pekalongan hanya membutuhkan waktu 10 menit, tetapi sekarang ini perlu waktu 45 menit," kata Kiki,40, pemudik asal Bekasi, Jawa Barat, saat ditemui di alun-alun Batang.

Hal senada juga diungkapkan Irfan,30, pemudik bersepeda motor dari Jakarta dengan tujuan Semarang di Wiradesa, Pekalongan. Dikatakan, kondisi lalulintas di Pantura mengingkat tajam, bahkan kendaraan roda dua hanya dapat berjalan merambat di beberapa kota mulai Cikampek hingga Pekalongan ini.

Sementara itu Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Noer Ali mengingatkan agar pemudik yang melintas di jalur Pantura lebih berhati-hati karena jalan Pantura masih ada yang bergelombangm. Selain itu bagi pemudik melintas di malam hari, di beberapa ruas juga masih gelap karena minim penerangan jalan.

"Kita menghimbau agar pemudik berhati-hati. Setiap tahun kecelakaan lalu lintas masih saja sering terjadi," kata Noer Ali saat usai apel besar kesiapan pengamanan mudik di Kabupaten Brebes.

Selain masih dijumpai jalan bergelombang, demikian Noer Ali, minimnya rambu-rambu dan lampu penerangan jalan umum (PJU) menjadi salah satu faktor utama kecelakaan sering terjadi di jalur pantura ini. Bahkan jalan yang panjang dan lurus serta titik letih menjadi faktor yang tidak terhindarkan selama perjalanan mudik.

"Kita terus berupaya menekan angka kecelakan selama masa mudik H-7 hingga H+7 mendatang," tambahnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya