KAPOLRES Tasikmalaya Kota Ajun Komisaris Besar Asep Saepudin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menjelang Lebaran. Pasalnya, dari catatan kepolisian, banyak kejahatan yang dilakukan berbagai modus rentan terjadi dan merenggut banyak korban masyarakat.
Adapun kasus kejahatan yang kerap terjadi antara lain, pencurian dengan modus hipnotis, minuman serta peredaran uang palsu.
"Ini merupakan siklus kejahatan konvensional dan kejahatan jalanan menjelang Lebaran. Untuk itu masyarakat tetap waspada, serta melaporkan berbagai perkembangan dan situasi di lingkungan masing-masing dengan menghubungi layanan bebas pulsa di 110," ujarnya, Kamis (9/7).
Selain itu, dikatakan Asep, untuk langkah antisipatif pihaknya akan segera memasang imbauan-imbauan, baik berupa spanduk atau baligo di tempat-tempat keramaian, seperti mal, terminal atau pasar. Bahkan disamping itu juga, masyarakat secara langsung harus berkordinasi dengan babin kamtibmas, ketua RT dan RW.
Sementara itu, Asep mengatakan untuk gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 telah menyiapkan personil sebanyak 671 dilingkungan Polres Tasikmalaya Kota. Karena akan ditempatkan diberbagai tempat strategis untuk mengamankan situasi dan kondisi menjelang Lebaran hingga berakhirnya masa Lebaran.
Selain kekuatan personel anggota Polisi, kekuatan akan diperkuat oleh pasukan TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan dengan jumlah 200 orang. Di samping itu juga, sesuai perintah Kapolri melalui Kapolda, 10 personel Polda Jawa Barat akan di-BKO kan ke Tasikmalaya.
"Ada atensi Kapolda, bahwa kesuksesan Operasi Ketupat Lodaya harus mencapai empat indikator, yakni bisa mengurai keÂmacetan yang terjadi di wilayahnya, kemudian menekan angka kejahatan baik konvensional maupun kejahatan jalanan, menekan angka kecelakaan, dan indikator keempat yakni lancarnya distribusi sembako dan BBM," paparnya.
Pencurian di Klaten
Sementara itu di Klaten, Jawa Tengah, aksi pencurian dengan pemberatan (curat) marak menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah.
Hari ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten berhasil menangkap tujuh tersangka pelaku kejahatan tersebut.
Kapolres AKB Langgeng Purnomo mengatakan, sasaran pelaku curat menjelang Lebaran adalah rumah kosong. Terutama yang ditinggal mudik pemiliknya. Karena itu, warga masyarakat diminta berhati-hati jika rumah yang ditinggalkan tidak dijaga.
Penangkapan tujuh tersangka pelaku kejahatan tersebut, sebagai bukti bahwa rumah kosong yang ditinggal pemiliknya rawan dibobol pencuri.
Modus mereka sama, yakni mencongkel pintu atau jendela, bahkan ada yang nekat masuk melalui atap rumah.
Tujuh pelaku curat ditangkap, FE, 29, MM, 39, EHY, 27, ketiganya warga Klaten, PB, 40, warga Sleman, DT, 43, warga Bekasi, serta HR, 40, dan R, 39, warga Solo. Petugas juga menyita hasil kejahatan mereka sebagai barang bukti di persidangan. (Q-1)