Kekeringan di NTT Meluas

Palce Amalo
09/7/2015 00:00
Kekeringan di NTT Meluas
(MI/Palce)
BENCANA kekeringan yang melanda persawahan di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meluas. Sampai Kamis (9/7), sebanyak Delapan kabupaten dan Kota sudah dilanda kekeringan.

Satu kecamatan yang dilaporkan belakangan ialah Ndori di Kabupaten Ende. Di lokasi ini, sebanyak 5,2 hektare di Desa Ratemangga tidak dapat diolah pada musim tanam ini.

Pasalnya debit sumber air yang selama ini menyuplai air ke persawahan terus berkurang. "Air tidak dapat dialirkan ke persawahan membuat persawahan tidak bisa diolah," ujar Marianus, warga desa setempat ketika dihubungi wartawan.

Adapun tujuh kecamatan sebelumnya yang kekeringan berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni Amanuban Selatan, Kuanfatu, Kolbano, Boking, Toianas dan Kualin. Sedangkan di Kota Kupang, bencana kekeringan terjadi di persawahan Oebufu, Kecamatan Oebobo sekitar 100 hektere. Sedangkan petani yang menderita kekeringan di enam desa di Timor Tengah Selatan berjumlah sekitar 12.204 orang atau 2.938 keluarga.

Sesuai pantuan di Persawahan Oebufu, persawahan yang kekeringan sudah ditinggalkan petani. Bahkan rumput di persawahan terlihat mulai layu dan menguning karena tidak diairi sejak April lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Yohanes Tay mengatakan pemerintah telah mengirim benih kepada petani korban kekeringan untuk ditanam pada lahan tersebut. Mereka diminta mengambil air dari sumur menghidupi tanaman selama musim kekeringan. Benih yang diserahkan ke petani terdiri dari tanaman hortikultura yang tidak banyak membutuhkan pasokan air.

Sementara itu pada tahun sebelumnya, petani korban kekeringan memilih berganti profesi profesi menjadi buruh bangunan atau berdagang di pasar tradisional. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya