Gejala El Nino di Jateng Selatan Menguat

Liliek Dharmawan
08/7/2015 00:00
Gejala El Nino di Jateng Selatan Menguat
(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Gejala gelombang panas El Nino di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan menguat. Padahal dalam prediksi awal kemarau lalu, gelombang panas El Nino di Jateng selatan lemah, namun kenyatannya saat sekarang ada kencenderungan menguat menjadi El Nino sedang.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengungkapkan kalau gejala El Nino di Jateng selatan diperkirakan menguat.

"Saat awal kemarau, perkiraannya El Nino hanya lemah, tetapi saat sekarang diprediksi menguat. Dengan menguatnya gelombang panas El Nino, maka dalam dua bulan mendatang atau Juli-Agustus 2015, curah hujan diprediksi di bawah normal atau terjadi kekeringan," ujar Teguh, Rabu (8/7).

Teguh mengatakan dengan menguatnya gejala El Nino tersebut, dipekirakan juga kalau musim kemarau bertambah panjang atau awal musim penghujan mengalami kemunduran.  

"Gejala El Nino yang ditandai dengan kemarau panjang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1885 dan 1998. Untuk sementara ini, El Nino di Jateng selatan pada tahun ini masih diperkirakan kategori sedang," jelasnya.

Kekeringan di Jateng selatan mulai dirasakan di Kabupaten Cilacap, Banyumas hingga Purbalingga. Di Banyumas, misalnya, petani mulai mengalirkan air dari sungai untuk mengairi sawahnya.

"Kekeringan mulai terjadi di sejumlah daerah di Banyumas. Kalau wilayahnya berada di sekitar sungai, maka mereka masih bisa menyedot air dari sungai. Memang ada beberepa daerah yang jadi langganan kekeringan, seperti di Kecamatan
Purwojati. Makanya, Balai Pengelola Sumberdaya Air (BPSDA) Serayu Citanduy berencana membuat embung di Desa Kaliurip, Kecamatan Purwojati," ujar Kepala Seksi (Kasi) Operasional BPSDA Serayu Citanduy Arief Sugiarto.

Embung tersebut akan memanfaatkan air dari bekas sumur Pertamina di Desa Purwojati.

"Dengan adanya embung tersebut, diperkirakan air akan mampu mengaliri lahan pertanian seluas 200 hektare," ujarnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya