Warga Padang Gelar Shalat Minta Hujan

Yose Hendra
07/7/2015 00:00
Warga Padang Gelar Shalat Minta Hujan
(ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Musim kemarau panjang yang melanda Padang mendorong warga menggelar salat istisqa atau salat minta hujan di halaman parkiran Kantor Balai Aie Pacah, Selasa, (7/7).

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan dengan salat istisqa diharapkan hujan turun di wilayah Kota Padang. Sejak awal Ramadan, sebut walikota, hujan tak pernah turun yang mengakibatkan terjadinya kekeringan.

"Sungai Batang Kuranji sama-sama kita lihat sudah mulai mengalami kekeringan," ujarnya.

Salat istisqa dilaksanakan dua rakat kemudian diikuti khotbah dua kali oleh seorang khatib. Pemimpin doa pada salat istisqa ini adalah Ustad Subhan Lubis, dosen IAIN Imam Bonjol Padang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau akan terus melanda Sumatra Barat hingga akhir Juli ini. Kemarau sejauh ini telah memunculkan beberapa titik api di daerah Sumatra Barat.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Padang Budi Samiadji mengatakan fenomena ini akan diselingi dengan hujan intensitas ringan, khususnya untuk daerah yang berada di sepanjang pesisir pantai Sumatera Barat.

"Kalau suhunya berada di bawah 30° Celcius ada kemungkinan potensi hujan ringan, namun hal itu terjadi tergantung suhu Kota Padang tiap harinya," kata Budi.

Ia menyebutkan suhu Kota Padang berkisar antara 30 hingga 32° celcius. Hal ini berdampak pada kekeringan yang melanda lahan persawahan warga di sejumlah wilayah di Kota Padang.

Budi mengatakan kemarau panjang tidak hanya terjadi di Kota Padang saja, namun juga di seluruh daerah di Provinsi Sumatera Barat.

Salah satu dampak kemarau panjang adalah terbakarnya lahan di Bukit Nobita seluas 5 hektare dua hari lalu.

Kemarau juga membuat petani menunda untuk mengolah sawah. Salah seorang petani di Surau Gadang Siteba, Nazarudin, mengatakan, kemarau membuat ia tidak bisa menanam kembali padi yang baru dipanen dua minggu lalu.

"Harusnya setelah panen, beberapa hari berikutnya sawah langsung dibajak, lalu ditanam kembali padi. Tapi dengan kondisi sawah yang mongering, hal itu tidak bisa dilakukan," tukasnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya