Tarif Tol Cipali Diskon Hingga 35 Persen selama Mudik
Desi Angriani/ Nurul Hidayah
07/7/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Menyambut musim mudik lebaran, pemerintah dan swasta memberikan diskon tarif ruas jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) hingga 35% selama 16 hari.
Diskon tarif mulai berlaku, pada Selasa 7 Juli hingga Rabu 22 Juli 2015.
"Diskon mulai 25 hingga 35 persen. H-10 sampai H+5," kata Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kantor Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/7).
Basuki menjelaskan pemerintah melalui BUMN memberikan diskon sebesar 25 persen. Sedangkan swasta, yakni pihak Jasa Marga memberi diskon lebih besar hingga 35 persen.
"Kan ini satu BUMN, satu swasta. Non-jasamarga sampai dengan 25 persen. Tapi kalau Jasa Marga 35 persen," tuturnya.
Menurut Basuki, tol sepanjang 116,75 kilo meter itu sudah layak beroperasi. Sejumlah fasilitas berupa rest area, mobil ambulance, mobil derek, rumah sakit, dan rambu-rambu darurat sudah lengkap dan dapat difungsikan.
"Ini sudah layak operasi, jadi semua sudah lengkap. Termasuk prasarana jalannya sudah baik," ungkapnya.
Tim kecelakaan
Sementara itu, Korlantas Mabes Polri turunkan Tim Analisis Kecelakaan di Tol Cipali. Pemudik yang melewati Tol Cipali diminta untuk tetap mewaspadai jalan panjang dan kelokan tajam di tol tersebut.
Berdasarkan informasi, unit kendaraan TAA Korlantas Mabes Polri diterjunkan di tol Cipali tepatnya di km 178/800 arah Jakarta menuju Cirebon.
Di titik itu pada Senin sore kemarin (6/7) terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan 7 orang tewas. Analisis kecelakaan dilakukan dengan menggunakan sistem komputerisasi dengan cara mengumpulkan data-data yang didapat dari lokasi kejadian.
Analisa dilakukan dengan mengethaui titik akhir dari terjadinya kecelakaan sehingga bisa ditarik benang merah setiap rentetan kejadian.
"Kita berusaha untuk mencari penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan 7 orang tewas tersebut," kata Kabid Gakum Korlantas Mabes Polri, Kombes Indrajid. Mereka yakin bisa menemukan titik terang penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sementara itu tiga dari 4 korban kecelakaan di tol Cipali pada Senin (6/7) yang dirawat di RS Mitra Plumbon, Cirebon saat ini kondisinya berangsur membaik.
Sedangkan satu korban lainnya masih dalam keadaan kritis dan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Ada pun yang masih dirawat di ruang ICU atas nama Iwan, warga Pasaleman, Kabupaten Cirebon.
Sementara itu Kasatlantas Polres Cirebon, AKP Erwinsyah, meminta kepada setiap pemudik yang hendak melintas di tol Cipali, khususnya yang masuk wilayah hukum Kabupten Cirebon untuk selalu berhati-hati.
"Sekalipun jaraknya pendek, hanya 7 km, namun terdapat jalan yang berkelok," katanya. Sehingga pengemudi diminta untuk memelankan laju kendaraan hanya 80 km/jam.
"Jangan lebih. Agar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan semua," kata Erwin.
Jalur tol yang cukup panjang, lanjut Erwin, membuat pengemudi pun rawan terserang kantuk. Karenanya jika kantuk menyerang, Erwin meminta pengemudi untuk segera beristirahat. "beristirahatlah di tempat yang telah disediakan," kata Erwin. Kecepatan angin
Sementara itu dari BMKG Stasiun Jatiwangi dilaporkan jika saat ini kecepatan angin yang bertiup di wilayah Cirebon cukup tinggi. "Normalnya 5 km/jam. Tapi saat ini kecepatan angin bisa mencapai 30 km/jam," kata seorang prakirawan di BMKG Stasiun Jatiwangi, Ginanjar Yulianto. Orang di Cirebon sendiri sering menyebut dengan angin kumbang.
Kecepatan angin di tol bisa lebih tinggi lagi. Karena di tol itu tidak ada bangunan apa pun yang menghalangi. Sehingga kendaraan apa pun diminta untuk lebih berhati-hati.
Sementara itu hari ini kembali terjadi kembali kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali. Tepatnya di km 168 sekitar pukul 11.30 WIB. Kecelakaan terjadi saat sebuah truk angkutan barang menabrak bagian belakang mobil bermuatan galon dengan nopol D 9335 YT. Akibatnya mobil bermuatan galon yang dikemudian Anas Supriyatna pun terpental dan terguling dari tebing dengan ketinggian sekitar 5 meter. Namun tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. (Q-1)