700 Keluarga di Lereng Slamet Kesulitan Air Bersih
Liliek Dharmawan
06/7/2015 00:00
(ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
MUSIM kemarau yang melanda Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), menyebabkan 700 keluarga di lereng Gunung Slamet tepatnya di Dusun Gunung Malang, Desa Serang dan Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja kesulitan air bersih.
Meski sudah mengajukan permintaan bantuan ke Pemkab Purbalingga, namun belum ada pasokan ke dusun setempat. Sehingga mereka membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Mukson,43, mengatakan biasanya warga setempat menggantungkan pasokan air bersih dari air hujan yang disimpan di bak penampungan.
"Karena sudah tidak turun hujan, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kami membeli air bersih. Setiap jeriken isi 20 liter, harganya Rp1.000. Biasanya setiap hari, saya membeli 10 jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Mukson, Senin (6/7).
Kepala Desa Serang Sugito mengatakan bahwa warga dusun setempat mengalami kesulitan air bersih.
"Ada 400 KK yang menghuni Dusun Gunung Malang yang kini harus membeli air bersih. Sebab, sampai sekarang belum ada pasokan air bersih dari Pemkab Purbalingga. Selain di desa kami, saya juga mendapat informasi dari Kades Kutabawa kalau Dusun Bambangan, Desa Kutabawa yang dihuni 300 keluarga juga kesulitan air bersih," kata Sugito.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Priyo Satmoko mengatakan hingga kini ada dua desa yang telah mengajukan permintaan air bersih yakni Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja.
"Kedua desa merupakan daerah langganan kekeringan. Kami tengah menyiapkan bantuan air bersih ke dua lokasi tersebut," kata Priyo.
Menurutnya, tahun ini, BPBD Purbalingga menyiapkan 977 tangki air bersih yang disiapkan bagi 26 desa yang rawan kekeringan di Purbalingga.
"Ke-26 desa yang rawan kekeringan itu tersebar pada tujuh kecamatan. Yakni Kejobong, Kaligondang, Pengadegan, Bobotsari, Karanganyar, Bobotsari, dan Karangreja," ujarnya. (Q-1)