Rekonstruksi Pembunuhan Engelina, Pengacara Agus Hampir Jadi Salah Sasaran Amuk Massa

Arnold Dhae
06/7/2015 00:00
Rekonstruksi Pembunuhan Engelina, Pengacara Agus Hampir Jadi Salah Sasaran Amuk Massa
(Antara)
Pengacara Agus Tae Hambamai,25, Hotman Paris Hutapea, hampir saja menjadi sasaran kemarahan warga saat tiba di lokasi rekonstruksi di Jl Sedap Malam 26 Denpasar, Senin (6/7).

Hotman Paris yang datang dengan pengawalan ketat beberapa bodyguard tersebut langsung diserbu massa yang sejak pagi telah memenuhi lokasi pembunuhan. Mereka menyerbu mobil yang membawa Hotman Paris. Massa mengira tim pengacara yang datang itu adalah tim pengacara untuk Margriet dan keluarganya.

Beberapa pecalang dan aparat polisi akhirnya berhasil meredam kemarahan warga.
"Ini Hotman Paris Hutapea yang membela Agus. Bukan Hotma Sitompul yang membela Margriet," jelas seorang anggota kepada massa.

Mendengar penjelasan itu, massa akhirnya mundur dan kembali ke posisi awal dengan pengawalan petugas.

"Kami pikir itu Hotma Sitompul. Berani dia nongol di sini, kita lemparin saja dengan batu," ujar seorang ibu bernama Kadek Sumiati.

Dua tersangka kasus pembunuhan Engeline yakni Margiret Ch Megawe dan Agus Tae Hambamai sudah tiba di lokasi. Namun keduanya masuk melalui pintu yang berbeda. Margriet masuk melalui pintu gerbang sebelah kanan langsung ke areal rumah. Sementara Agus masuk melalui pintu gerbang sebelah kiri langsung ke areal kandang ayam sebagaimana tempat aktifitas hariannya selama ia bekerja di rumah Margriet.

Rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline itu tak kunjung dimulaibahkan terancam batal. Pasalnya, pengacara Margriet yakni Hotma Sitompul belum juga tiba di lokasi.

Hal ini disampaikan Hotman Paris Hutapea, pengacara Agus, saat ditemui di TKP rekonstruksi. Menurut Hotman Paris, rekonstruksi belum mulai karena masih menunggu Hotma Sitompul.

"Kami tetap akan menunggu kedatangan para pengacara Margriet. Karena saya harus bersalaman sama Hotma Sitompul," ujarnya.

Sementara untuk kondisi di dalam TKP, Margriet Christina Megawe dan Agus Tae Hamba May dipertemukan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar. Majikan dan pembantu itu dipertemukan dalam jarak dekat. "Jaraknya sekitar dua meter," kata Hotman Paris. Dalam jarak dekat itu, Agus dan Hotman dijaga ketat aparat kepolisian. "Margriet dijaga Polwan. Agus juga dijaga polisi," katanya.

Dalam situasi itu, Agus dan Margriet hanya saling pandang. Keduanya tak berkomunikasi meski dalam jarak dekat. "Tidak ada komunikasi," papar Hotman.
Namun demikian, Agus dikabarkan tidak takut dengan Margriet mantan majikannya itu. Sekalipun rekonstruksi molor, ratusan massa tidak beranjka dari lokasi rekonstruksi. Mereka terus menunggu dengan sabar jalannya rekonstruksi.(Q-1)








Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya