Jalur Ciregol dan Tol Pejagan-Pemalang Siap Dilintasi H-10
Akhmad Safuan
02/7/2015 00:00
(MI/Koresponden)
JALUR Ciregol, penghubung Tegal-Purwokerto, Jawa Tengah, yang sempat beberapa kali longsor dan ambles siap dilintasi setelah dibangun satu jalur baru lagi. Rambu dan pengaman di jalan Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 20,2 kilometer juga selesai dipasang.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di Pantura Kamis (2/7), perbaikan jalur mudik di Pantura memang terus dikebut siang dan malam untuk menyelesaikan hingga batas waktu H-10. Ratusan pekerja terus berupaya menyelesaikan termasuk jalur rawan longsor yang selama ini mengganggu perjalanan kendaraan menuju di beberapa daerah.
Perbaikan Jalur Ciregol yang menghubungkan Tegal-Purwokerto yang selama ini menjadi langganan longsor dan ambles, tepatnya di tanjakan Ciregol kilometer di 115+650, PU Bina Marga Jawa Tengah membuat satu jalur baru mengantisipasi gangguan longsor yang menjadi penghalang kendaraan yang akan melintas.
"Kita terus kebut pembangunan jalan baru sepanjang 540 meter tersebut. Saat arus mudik berlangsung, jalur sudah siap dilintasi," kata Kepala Bina Marga Jateng Bambang NK.
Pembangunan jalan baru, demikian Bambang NK, diperuntukkan memecah kepadatan arus lalulintas di jalur tersebut, terutama pada tanjakan yang rawan ambles dan longsor dan selama ini menjadi pengganggu kendaraan yang melintas hingga menimbulkan kemacetan panjang.
"Jalur baru dilakukan dengan pengeprasan bukit, sehingga tidak menimbulkan tanjakan tinggi yang sering mengakibatkan kendaraan melorot," tambahnya.
Meskipun untuk jalan baru masih berupa badan jalan yang diagregat yaitu batu kerikil dan pasir yang dipadatkan, ujar Bambang, namun sudah dapat dilintasi pemudik pada H-10 mendatang, namun untuk jalur lama yang juga telah selesai diperbaiki juga aman untuk dilintasi.
Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan jalur Ciregol merupakan jalur yang harus terus diwaspadai karena rawan longsor dan ambles, pembangunan jalan baru diharapkan akan mampu menyelesaikan permasalahan pada ruas jalan Tegal-Purwokerto ini.
"Saya sudah intruksikan agar penggunaan jalur Ciregol terus dipantau, sehingga setiap ada permasalahan langsung dapat diatasi hingga tidak sampai menimbulkan masalah bagi pemudik," kata Ganjar Pranowo.
Tol Pejagan-Pemalang
Sementara itu mengantsisipasi kesulitan pemudik di jalan alternatif yang menggunakan Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Petugas baik dari Dinas Perhubungan dan Bina Marga terus melakukan pemasangan rambu dan petunjuk jalan pada ruas sepanjang 20,2 kilometer.
Pemasangan rambu dimaksudkan untuk membantu pemudik agar tetap dapat melintas di jalan yang belum selesai tersebut. "Pemasangan rambu agar pelintas jalan tersebut dapat tenang, diantaranya petunjuk, peringatan dan larangan," kata PT Pejagan-Pemalang Toll Road (PPTR) Zainuddin.
Rambu-rambu yang dipasang, demikian Zainuddin, meliputi peringatan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam karena jalan yang masih berdebu pekat, juga petunjuk arah hingga sampai pintu keluar. (Q-1)