KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan peredaran uang palsu, saat memasuki pertengahan bulan Puasa hingga mendekati Lebaran. Kebanyakan pemalsu menyasar uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
Kepala Kantor Perwakilan BI DI Yogyakarta Arief Budi Santoso mengatakan jumlah peredaran uang palsu di wilayah ini sejak awal 2015 cenderung menurun jika dibandingkan 2014. Namun, masyarakat tetap harus menjaga kewaspadaan. "Harapan saya terus berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan ada yang palsu."
Arief mengatakan pemalsuan rata-rata dilakukan pada uang dengan pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Pada periode Januari-Juni 2015 peredaran uang palsu mencapai 1.600 lembar. Jumlah itu mengalami penurunan dari 2014 pada periode yang sama dengan jumlah 1.976 lembar.
Menurut Arief, peredaran uang palsu paling dominan ada di daerah-daerah perbatasan DI Yogyakarta dengan provinsi lainnya, serta di daerah Jawa Tengah bagian Selatan.
"Laporan beredarnya uang palsu yang saya terima hampir seluruhnya di wilayah Jawa Tengah selatan, yang selama ini juga menjadi wilayah jangkauan BI DI Yogyakarta," kata Arief.
Dia mengatakan, setiap tahun pada hari-hari besar keagamaan, khususnya puasa dan Lebaran, peredaran uang palsu cenderung meningkat, karena aktivitas dan kegiatan ekonomi warga juga melonjak. Potensi ditemukannya penyusupan uang palsu biasanya ada di pusat aktivitas masyarakat seperti di pasar, pertokoan, serta tempat keramaian lain.
Karena itu, Arief mengimbau masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dengan mempraktekkan prinsip 3D yakni diraba, dilihat, dan diterawang pada setiap pecahan uang yang diterima.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat yang ingin menukarkan uang baru agar langsung mendatangi pelayanan penukaran uang yang dibuka oleh BI bekerja sama dengan 12 bank konvensional, mulai 6-15 Juli. Penukaran uang juga akan dilayani di luar kantor seperti di halaman kantor lima kabupaten/kota, Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, serta titik sentral lainnya, yang dilengkapi dengan kas keliling.
Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat serta keperluan penukaran pecahan uang baru selama Ramadan hingga Lebaran, BI telah menyediakan uang baru sebesar Rp4,23 triliun terdiri atas Rp4 triliun pecahan besar mulai Rp100 ribu-Rp50 ribu, serta Rp230 miliar untuk pecahan Rp20 ribu ke bawah. (N-3)