Arus Mudik, 35 Kapal Disiapkan untuk Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang

Arnoldus Dhae
27/6/2015 00:00
 Arus Mudik, 35 Kapal Disiapkan untuk Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang
(--(ANTARA/Nyoman Budhiana))
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) akan menyiapkan 35 kapal yang akan beroperasi untuk menyeberangkan para pemudik dari Pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Dirut PT ASDP Ferry Danang Baskoro di Denpasar, Sabtu (27/6). "Kami terus evaluasai dan belajar dari tahun-tahun sebelumnya bahwa kemacetan terus terjadi saat dalam penyeberangan Bali ke Jawa. Dari hasil evaluasi tersebut kami menemukan beberapa hal yang harus dibenahi dimana salah satunya adalah mengoperasikan 35 kapal sekaligus untuk melayani arus mudik tahun ini," ujarnya.

Menurut Ferry, hasil evaluasi tersebut menunjukkan, jika penyeberangan Gilimanuk-Ketapang saat mudik merupakan penyeberangan terpadat di Indonesia dan mengalahkan penyeberangan Jawa-Sumatra melalui Pelabuhan Merak-Bakaueheni.
Itulah sebabnya pihaknya mengoperasikan 35 kapal sekaligus saat melayani arus mudik nanti.

"Jumlah 35 kapal itu plan A. Plan B-nya, bila masih terjadi kepadatan kami akan meminta beberapa unit kapal lagi yang selama ini melayani penyeberangan Padangbai-Lembar untuk ditarik melayani penyeberangan Gilimanuk-Ketapang," ujarnya.

Sebab, penyeberangan dari Bali menuju wilayah timur Indonesia tidak sepadat  penyeberangan dari Bali menuju Jawa dan Sumatra. Selain itu pihaknya akan mengoperasikan 3 dermaga besar, 1 dermaga ponton dan 3 dermaga LCT untuk melayani pemudik.

Ia mengakui penyeberangan Gilimanuk-Ketapang merupakan penyeberangan terpadat di Indonesia saat melayani arus mudik. Dari tahun ke tahun, keluhan antrean yang panjang, kemacetan yang luar biasa terus terjadi di Gilimanuk-Ketapang saat mudik. Mulai dari H-5, lonjakan kendaraang bisa mencapai 19 ribu kendaraan roda 2 dan 6 sampai 8 ribu kendaraan roda 4. Sementara mulai dari H-10 sampai H-6, rata-rata hanya rata-rata hanya 1200 motor dan 600 mobil per hari. Bahkan di hari puncak, kendaraan sepeda motor bisa mencapai 25 ribu sampai 30 ribu khusus untuk H-2 dan H-1.

"Penumpukan penumpang terjadi justru pada malam hari. Makanya kita berlakukan dua tarif. Tarif malam dua kali lipat tarif normal siang hari. Supaya orang pindah ke mudik di siang hari," ujarnya.

Karena itu dihimbau agar pemudik memilih waktu di siang hari ketimbang malam hari. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya