Ratusan Hektare Sawah di Purbalingga Terancam Kekeringan

Liliek Dharmawan
26/6/2015 00:00
 Ratusan Hektare Sawah di Purbalingga Terancam Kekeringan
(MI/TRI HANDIYATNO)
Setidaknya 225 hektare (ha) areal sawah di Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), terancam kekeringan. Sebab, sawah di wilayah setempat merupakan areal tadah hujan. Padahal, saat ini tanaman padi masih membutuhkan air.

Salah seorang warga di Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, Sutarji,51, mengungkapkan kalau areal sawah di desa setempat merupakan tadah hujan,
sehingga memang mengandalkan hujan turun.

"Pada saat memasuki musim kemarau, otomatis areal sawah mulai mengalami kekeringan," katanya, Jumat (26/6).

Dijelaskan oleh Sutarji, petani setempat berusaha untuk mencukupi kebutuhan air dengan menyewa pompa. "Air diambilkan dari Sungai Gintung yang volumenya masih cukup. Namun, petani memang harus menambah biaya untuk ongkos sewa dan pembelian bahan bakar," ujar Sutarji.

Kepala Desa Kaliori Subarkat menyatakan kalau di wilayahnya ada 225 ha sawah yang terancam kekeringan, karena merupakan sawah tadah hujan.

"Petani serba salah, karena kalau tidak memompa air maka tanaman padinya bakal mengering. Sebaliknya, jika memompa air, maka petani harus mengeluarkan ongkos lebih besar. Mereka khawatir, pengeluarannya tidak sesuai dengan hasil panen," ujar Subarkat.

Ia berharap, pemerintah bisa membangun saluran irigasi sehingga petani di Kaliori tidak mengalami krisis air pada saat musim pancaroba atau kemarau.

"Petani berharap, kalau ada saluran irigasi maka mereka tidak mengalami kesulitan air saat kemarau," tambahnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya