Seluruh Area Peristirahatan Tol Cipali Selesai Minggu Depan

Iqbal Musyaffa
24/6/2015 00:00
Seluruh Area Peristirahatan Tol Cipali Selesai Minggu Depan
(ANTARA/Prasetyo Utomo)
Meskipun telah dibuka dan diresmikan oleh Presiden, pengerjaan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) belum seluruhnya rampung.

Dari total rencana 8 area peristirahatan, baru 4 yang telah rampung dibangun. “Dua lagi selesai minggu ini, dan sisanya minggu depan. Jadi total selesai semua minggu depan,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini di kompleks DPR RI, Rabu (24/6).

Kecelakaan yang sudah terjadi di Tol Cipali sejak dioperasikan menurutnya bukan karena belum selesainya pengerjaan area peristirahatan. “Dari seluruh kecelakaan itu seluruhnya karena ngantuk,” jelasnya.

Padahal, pengemudi yang kelelahan bisa masuk ke dalam area peristirahatan yang ada ataupun yang sedang dibangun untuk beristirahat sejenak di dalam mobil.
“Kecuali kalau memang ada kejadian mobil mogok habis bensin dan SPBU-nya belum ada. Baru kita bisa disalahkan,” kilahnya.

Selain itu, rambu-rambu juga sudah dipasang, termasuk peringatan batas kecepatan mengemudi di kisaran 60 km-100 km/jam.

Terkait keluhan dari perusahaan transportasi bahwa tarif Tol Cipali mahal, menurut Hedi, harganya standar dan sama dengan tol lainnya. “Harganya Rp600-Rp700 per km, standar itu. Karena panjang, jadi mahal.”

Semua itu sudah melalui penghitungan bahwa dengan melewati Tol Cipali maka perjalanan menjadi lebih efisien. “Lewat Cipali jaraknya jadi lebih pendek 40 km. Bensin lebih kecil, kecepatan lebih tinggi, sehingga jadi lebih murah.”

Salah satu pertimbangan pembangunan jalan tol adalah harus membuat perjalanan lebih efisien.

Tol Pejagan-Brebes
Selain Cipali, Hedi juga mengatakan sudah ada kemajuan signifikan dari pengerjaan jalan tol Pejagan-Brebes. “Sudah saya lewati kemarin, tiga hari lalu, sudah bagus. Lumayan bedanya dibanding dua minggu yang lalu. Surprise juga semua bangunan dan jembatan sudah selesai.”

Ia pun optimistis ruas jalan tol tersebut siap dilalui pemudik, meskipun sebenarnya belum selesai konstruksinya secara keseluruhan.

Titik-titik krusial pengerjaan berada pada daerah rawa yang belum dapat dilewati kendaraan. “Kemudian satu lagi, mungkin sekitar 16 km-20 km, ada tanah yang belum bebas. Itu yang akan kita sewa dulu selama dua minggu hingga 1 bulan.”

Sebagai antisipasi berfungsinya Tol Cipali yang diprediksi akan menyebabkan penumpukan arus lalu lintas di exit Tol Pejagan, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Velix V Wanggai mengatakan telah menyiapkan 4 skenario untuk memecah arus lalu lintas.

“Akan dilakukan pemecahan arus lalu lintas dengan mendistribusi ke arah 4 trase alternatif. Keempat skenario itu dapat dilaksanakan sewaktu-waktu dan difungsikan selama 24 jam penuh,” ujar Velix.

Trase alternatif tersebut antara lain pada exit Tol Pejagan-Simpang Pejagan-Brebes. Selain itu juga bisa melewati tol Pejagan-Pemalang yang direncanakan pada saat mudik lebaran dapat difungsikan dengan konstruksi sampai dengan lapis agregat hingga Brebes Timur.

“Ada juga trase di exit Tol Pejagan-Ketanggungan-Jatibarang-Slawi di jalan provinsi.”

Alternatif lainnya pada exit Tol Pejagan-Ketanggungan-Prupuk-Slawi-Tegal yang merupakan jalan nasional. “Selain itu juga di Provinsi Jawa Tengah, untuk ruas jalan Pejagan-Ketanggungan-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon, di lokasi yang beberapa waktu lalu terdapat longsor dan tanah amblas saat ini sudah fungsional dan dapat dilewati arus mudik.”

Lebih lanjut, Velix mengatakan di lapangan juga disediakan alat berat di sekitar KM 115+900. “Selain itu juga di perlintasan kereta api Klonengan dan beberapa perlintasan kereta api lainnya di ruas Prupuk-Ajibarang perlu diperbaiki aspal yang rusak dan pada akhir Juni 2015 sudah siap untuk dilalui arus mudik.”(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya