Merica Palsu Beredar di Pacitan

Sunarwoto
23/6/2015 00:00
Merica Palsu Beredar di Pacitan
(Petugas menunjukkan bumbu dapur merica palsu di Pasar Bitingan, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (19/6)--ANTARA/Yusuf Nugroho)
KANTOR Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten  Pacitan, Jawa Timur, menemukan merica palsu beredar di sejumlah pasar tradisional di wilayahnya. Temuan itu merupakan hasil penelusuran setelah warga melaporkan beredarnya merica sejak memasuki Ramadan ini.

"Kami mendapat banyak laporan dari ibu-ibu yang mengeluhkan beredarnya merica palsu. Setelah melakukan pengecekan, kami menemukan beberapa pedagang di pasar tradisional telah menjual merica palsu," kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Disperindag Pacitan, Imam Tohari, hari ini.

Merica palsu itu sepintas seperti asli. Besaran butirannya nyaris sama dengan yang asli. Demikian juga warnanya, mirip namun sedikit lebih terang.

"Secara kasat mata, konsumen sulit membedakan merica asli atau palsu. Namun, setelah diulek atau digerus, merica palsu lebih mudah hancur," ujar Tohari.

Perbedaan lain adalah rasa merica palsu yang hambar seperti tepung. Cara deteksi lain adalah dimasukkan ke air. "Merica asli tidak akan berubah warna. Merica palsu yang dimasukkan ke air, akan membuat air langsung keruh, karena mericanya mengelupas dan hancur," lanjut Tohari.

Merica palsu ini, jelas dia, berdasarkan pengakuan para pedagang di Pasar Arjowinangun berasal dari pedagang asal Surakarta, Jawa Tengah. Pemasok itu mengirim merica sekitar satu bulan lalu bersamaan dengan harga cabai yang melambung tinggi. "Kami sudah memiliki sampel merica palsu itu, akan kami bawa ke laboratorium untuk diuji kandungannya," tambah Tohari.

Soal harga, tuturnya, merica asli dijual Rp240 ribu dan yang palsu jauh lebih murah hanya Rp120 ribu per kilogram. "Oleh karena itu kalau konsumen mendapati merica yang harganya murah itu layak dicurigai. Tidak menutup kemungkinan itu merica palsu," Tohari memperingatkan. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya