PEMERINTAH Provinsi Sulsel dan Kota Makassar berencana menggelar pasar murah pada minggu kedua Ramadan. Tetapi baru empat hari masuk Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar kian melonjak.
Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga mencapai angka 30 persen. Dan diperkirakan, harga tersebut masih akan terus meningkat hingga hari raya Idul Fitri yang masih 26 hari lagi.
Harga yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah bawang merah, dari kisaran Rp25-28 ribu per kilogram (kg) naik jadi Rp40 ribu per kg. Harga bawang putih juga naik, meski tidak seperti bawang merah. Bawang putih, naik jadi Rp16 ribu per kg dari harga Rp13 ribu per kg.
"Harga ini sudah dua kali naik. Pasti masih akan naik lagi. Apalagi pas mau lebaran, permintaan tambah banyak. Begitu ji tiap tahunnya harga selalu naik kalau Ramadan dan mau lebaran," aku Ani, pedagang di Pasar Daya Makassar, Minggu (21/6).
Sebelumnya, pihak Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kota Makassar sudah melakukan pemantauan terkait kenaikan-kenaikan harga di pasar-pasar tradisioanl yang ada.
"Iya kita sudah siapkan untuk pasar murah Ramadan. Karena koordinasinya dengan Pemprov, jadi mengikut. Mereka akan meresmikan pembukaan pasar murahnya minggu kedua Ramadan. Tapi intinya kita sudah siap semuanya," ungkap Fadli, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Kota Makassar.
Untuk Makassar sendiri, akan menyiapkan 1.000 kupon senilai nominal uang pada pasar murah yang di lakukan di enam titik, yaitu Tamalate, Mariso, Tallo, Wajo, Biringkanaya dan Tamalanrea.
"Kupon itu nanti digunakan sebagai pengganti uang yang dibagikan bagi mereka yang memang tidak mampu. Dengan kupon tersebut, warga bisa menukarnya dengan kebutuhan pokok, seperti gula pasir, minyak goreng dan kebutuhan lainnya," pungkas Fadli. (Q-1)