GUNUNG Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kembali mengalami erupsi, pagi ini. Tingginya kolom erupsi membuat abu vulkanis terbawa angin hingga ke Kota Medan.
Sejumlah kawasan di Medan seperti Kawasan Amplas, Padang Bulan, Marendal, inti kota Medan dan kawasan Deli Tua, Kabupaten Delisedang, menjadi lokasi yang paling terdampak. "Kawasan pusat kota Medan sejak tadi pagi sudah mengalami hujan debu Sinabung," kata Heriansyah, warga Padangbulan.
Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Armen Putra, mengatakan, erupsi Sinabung terjadi sekitar pukul 06.50 WIB. Luncuran awan panasnya mencapai sejauh 3 kilometer dan tinggi kolom abu mencapai 500 meter. "Arah angin yang dominan ke timur membuat abu tersebut langsung terbawa ke arah Medan dan sekitarnya," ujarnya.
Hingga saat ini Sinabung masih berstatus Awas. PVMBG merekomendasikan pengosongan desa yang berjarak pada radius 7 kilometer dari puncak gunung. Total ada 10.714 jiwa dari 2.882 kepala keluarga yang terpaksa diungsikan. Hujan abu vulkanis juga mencapai Bandara Kualanamu Internasional (KNIA) di Deli Serdang. Namun otoritas bandara menyatakan abu belum mengganggu operasional bandara.
''Abunya memang sudah mencapai bandara, namun penerbangan, baik take off maupun landing tidak terganggu,'' kata Dewandono Prasetyo Nughoro, Kepala Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II Kualanamu.
Jarak pandang di Bandara Kualanamu masih aman untuk penerbangan, mencapai 3-4 meter.
Secara terpisah, Komandan Korem Pantai Timur, Kolonel Infanteri Fachri mengatakan setelah erupsi Sinabung, pihaknya mengerahkan anggota melakukan razia ke sejumlah desa yang berada di kawasan zona berbahaya Gunung Sinabung. Tim meminta warga desa agar keluar dari zona berbahaya dan tinggal di pengungsian di Kota Kabanjahe.
''Ini semata-mata demi keselamatan mereka. Kalau harta, kebun, dan lainnya bisa dicari, tapi kalau sudah nyawa tidak ada yang bisa digantikan,'' kata Kolonel Fachri. (N-3)