KETUA Dewan Pers Bagir Manan tidak mempermasalahkan penyebutan identitas Angeline dan mendorong pers untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap bocah malang itu demi rasa keadilan.
''Kita bela dia setelah meninggal,'' tegas Bagir dalam sambutannya pada acara diskusi bertema 'Dialog Demokratis dalam 140 Karakter' di Jakarta, Selasa (16/6).
Bagir bercerita sejak sepekan lalu mendapatkan banyak pertanyaan soal pemberitaan terkait identitas Angeline. Bocah malang itu dinyatakan hilang pada Sabtu (16/5) dan akhirnya ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, Rabu (10/6).
"Angeline tidak ada kepentingan masa depan untuk kita lindungi, tetapi yang perlu sekarang adalah rasa keadilan untuk Angeline," ujar Bagir.
Menurut Bagir, dalam kasus lain, identitas anak yang terlibat dalam tindak kekerasan perlu disamarkan. Hal ini dilakukan demi masa depan si anak. ''Karena premis pertama dalam pelindungan anak tidak dikenal istilah kejahatan tetapi hanya kenakalan,'' ujarnya. (Vic)