Jenazah Angeline Batal Diberangkatkan ke Banyuwangi
Arnoldus Dhae
16/6/2015 00:00
(ANTARA/Maulana Surya)
JENAZAH Angeline, 8, batal diberangkatkan ke kampung halaman ibu kandungnya, Hamida, di Banyuwangi, Jawa Timur. Jenazah bocah yang tewas dan tubuhnya ditemukan dikubur di belakang kandang ayam rumah ibu angkatnya Margarieth, di Denpasar, Bali, itu, kemungkinan baru akan dilakukan besok.
"Pembatalan tidak terkait dengan masalah administrasi. Hanya saja, kedua orangtua kandung Angeline masih dibutuhkan penyidik, yang memeriksa mereka sebagai saksi dalam kasus penelantaran anak," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang datang ke RSUP Sanglah, Denpasar, untuk mengawal pemulangan jenazah Angeline.
Dari aspek administrasi, kata bupati, sudah tidak ada persoalan. "Ibunya masih menjalai pemeriksaan di Polresta Denpasar. Kemungkinan jenazah baru bisa berangkat besok (Rabu)," lanjut Azwar Anas.
Ia menambahkan, Pemkab dan warga Banyuwangi sudah bersiap menerima kedatangan jenazah Angeline, sejak kemarin. "Segala persiapan sudah matang. Kami sudah siapkan dengan matang," paparnya.
Azwar berharap jasad Angeline segera bisa dipulangkan untuk dimakamkan. ''Kita berharap bisa dipulangkan. Tapi kami menghormati keputusan kepolisian.''
Angeline dilaporkan hilang oleh ibu angkatnya Margarieth, satu bulan lalu. Namun, pada 16 Mei, jenazahnya ditemukan terkubur di bawah kandang ayam di rumah Margarieth. Saat masih hidup, Angeline diduga menjadi korban penelantaran. Ia sering ke sekolah dalam kondisi lapar, dan badannya seringkali bau kotoran ayam. (N-3)