Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Surakarta masih Wajar
Ferdinand
16/6/2015 00:00
(Antara)
TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta, Jawa Tengah, menilai kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional menjelang Ramadan masih wajar. Ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi masih tergolong wajar dan bisa dikendalikan.
Wakil Ketua TPID Kota Surakarta, Ismet Inono, menyatakan pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak di Pasar Gede, Pasar Jongke, dan Pasar Legi. "Dari 13 bahan kebutuhan pokok yang menjadi sasaran sidak, hanya empat komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan."
Kelima komoditas itu adalah cabai merah, cabai rawit, gula pasir, minyak goreng, dan petai. Cabai merah dari Rp24.500 naik menjadi Rp28.500 per kilogram, cabai rawit dari 15.300 menjadi Rp18 ribu, gula pasir dari Rp11.300 menjadi Rp12.067, dan minyak goreng dari Rp16.200 menjadi Rp16.300 per kilogram.
Sementara untuk beras, bawang merah, bawang putih, daging ayam broiler, telur, dan daging sapi harga jualnya masih cenderung sama seperti pekan lalu. Beras C4 biasa Rp9.500, C4 super Rp10.500, bawang merah Rp24 ribu, bawang putih Rp17 ribu, telur Rp17 ribu, daging ayam broiler Rp30 ribu, dan daging sapi Rp96 ribu-Rp100 ribu per kilogram.
Rahayu, pedagang di Pasar Legi mengatakan harga sejumlah kebutuhan pokok cenderung tidak mengalami kenaikan berarti menjelang datangnya bulan Ramadan ini. Selain pasokan yang lancar dan stok yang mencukupi, permintaan dari konsumen juga tidak mengalami kenaikan signifikan.
“Permintaan sekarang biasa-biasa saja, nggak ada kenaikan. Pekan lalu memang sempat naik, mungkin karena banyak warga yang sadranan,†katanya. (N-3)