Jurnalis Peduli Sumbang Rp18 Juta untuk Keluarga Angeline di Banyuwangi
Arnoldus Dhae
16/6/2015 00:00
(ANTARA/Fikri Yusuf)
SELAIN meliput kasus yang menimpa Angeline, para jurnalis di Bali juga menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib ibu kandungnya Hamida. Hari ini, para peliput dari media lokal dan nasional itu menyerahkan bantuan atau uang duka kepada Hamida, di RSUP Sanglah, Denpasar.
Bantuan dari jurnalis yang mengatasnamakan Solidaritas Jurnalis Bali itu diharapkan dapat meringankan beban orangtua Angeline untuk mengurus segala keperluan almarhumah.
''Penggalangan dana ini bermula dari simpati kami, kala ibu kandung Angeline kebingungan mengenai pembiayaan visum dan segala pengurusan jenazah,'' kata juru bicara Solidaritas Jurnalis Bali, Ragil Lestari.
Menurut Ragil, penggalangan dana itu dilakukan mulai hari kedua jasad Angeline ditemukan. "Lima hari kami menggalang dana. Jumlah yang terkumpul Rp18 juta," paparnya.
Para jurnalis berharap dana dapat meringankan beban keluarga kandung Angeline dalam mempersiapkan kepulangan hingga penguburan jasad bocah berwajah manis tersebut. "Insya Allah berguna bagi keluarga," katanya.
Sebelumnya, para jurnalis juga menggelar aksi sosial. Pada Minggu (14/6) malam, mereka memelopori aksi sosial di depan kamar jenazah RSUP Sanglah, dengan menggelar doa doa bersama, penyalaan seribu lilin untuk Angeline, serta pembacaan puisi oleh sejumlah wartawan.
Angeline dilaporkan hilang oleh ibu angkatnya Margarieth. Namun, pada 16 Mei, jenazahnya ditemukan terkubur di bawah kandang ayam di rumah Margarieth. Saat masih hidup, Angeline diduga menjadi korban penelantaran. Ia sering ke sekolah dalam kondisi lapar, dan badannya seringkali bau kotoran ayam. (N-3)