Keluarga Jamil Maafkan Pelaku

(Sri Utami/Sumantri/J-2)
11/3/2017 06:13
Keluarga Jamil Maafkan Pelaku
(MI/SRI UTAMI)

SRI Muryani, 50, mengambil napas panjang sebelum mengisahkan peristiwa yang menimpa anak sulungnya, Ihtyarul Jamil, 22, driver Grabbike, di RSPAD Gatot Subroto, Jumat (10/3). Tangannya yang mulai keriput beberapa kali mencoba memperbaiki kerudung merahnya untuk menutupi rasa gugup. "Mohon doanya agar anak saya bisa sembuh kembali," ujarnya lirih. Sri mengatakan, sejak pagi sebelum kejadian, Rabu (8/3), dirinya sudah mengingatkan Jamil agar berdiam di rumah saja mengingat terjadi protes sopir angkot.

Dia khawatir anaknya yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) itu akan bentrok dengan sopir angkot.Jamil tak surut. Dia tetap ingin membawa nafkah ke rumah. Sekolahnya sebagai mahasiswa D-3 boleh terganggu karena kekurangan biaya, tetapi dapur keluarga tetap harus berasap. Dia pun memutuskan beroperasi. "Jamil bilang mau antarkan penumpang yang dekat rumah. Setelah itu, dia akan segera pulang. Saya langsung terkulai lemas saat menerima kabar Jamil mengalami kecelakaan," tuturnya.

Kelopak mata Sri beberapa kali terpejam. Matanya berkaca-kaca. Nisa, 17, adik Jamil, dengan setia membacakan ayat suci Alquran di samping telinga sang abang yang masih dipenuhi selang mesin pernapasan. "Saya hanya ingin anak saya bisa sembuh. Kami sudah memaafkan pelaku. Kami tak mau ada sesuatu yang menimpa pelaku. Kalau polisi menginginkan proses hukum, itu sudah kewajibannya. Kami sudah memaafkan," kata Sri terbata-bata.

Sri hingga kini tidak berani menonton video yang menjadi viral saat pelaku Subhan, 21, menabrak Jamil dengan dua pengojek online lainnya. Dalam video itu, Jamil terpental hingga beberapa meter dan langsung tak sadarkan diri. Hingga saat ini kondisi Jamil masih belum normal. Bila dibandingkan dengan hari pertama masuk ke RSPAD Gatot Subroto, kondisinya sudah lebih membaik.

"Alhamdulillah, kondisinya sudah mulai membaik. Abang sudah bisa merespon dengan gerakan jika diajak bicara. Ini berkat doa semua orang. Terima kasih,"imbuh Nisa. Kepala Sekretariat UMT Ahmad Nasuhi Yusuf mengatakan Jamil mengojek online untuk membiayai kuliahnya. "Seharusnya dia sudah semester enam, tapi karena sibuk mencari nafkah, kuliahnya pun agak ketinggalan," cetus Nasuhi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya