Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SOPIR angkutan kota R03A jurusan Pasar Anyar-Serpong, Subhan, 21, yang diduga sengaja menabrak pengojek berbasis daring, Ihtyarul Jamil, 22, ditangkap petugas Polres Metro Tangerang. Persembunyian Subhan di kawasan Jonggol, Jawa Barat, terdeteksi polisi dari informasi pemilik kendaraan, Sumadi, warga Babakan, Tangerang. Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengungkapkan, setelah tersangka menabrak korban di Jalan Perintis Kemerdekaan depan kantor Bank Tabungan Negara Kota Tangerang, Banten, Rabu (8/3) sekitar pukul 17.00, Subhan langsung pulang ke rumah pemilik.
Subhan yang mengontrak rumah di Kampung Pinang, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, bercerita telah menabrak pengojek berbasis daring sehingga lampu kiri angkot pecah. Setelah memarkirkan angkotnya yang bernomor polisi B 1678 GTQ di rumah majikan, sopir cadangan itu melarikan diri. "Petugas kami mencari ke berbagai tempat dan menemukan tersangka Kamis (9/3) siang di wilayah Jonggol," urai Kapolres, Jumat (10/3).
Tersangka yang berasal dari Banjar Negeri Lampung tersebut diancam dengan Pasal Primer 53 yo 340 subsider yo 338, lebih subsider 351 ayat 2 KUHP, tentang Percobaan Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman mati. Dalam pemeriksaan, Subhan mengaku menabrak korban yang merupakan mahasiswa semester IV Universitas Muhammadiyah Tangerang karena kesal dengan keberadaan ojek daring. Korban yang merupakan sopir Grab Bike dianggap menurunkan pendapatan sopir angkot.
"Tersangka tidak mengenal korban dan sama sekali tidak ada dendam apa pun yang melandasi perbuatannya," lanjut Harry. Memasuki hari kedua kericuhan antarsopir angkot dengan pengojek daring di Kota Tangerang Kota, kemarin, pengojek yang mengenakan seragam belum terlihat. Begitu pun angkot. Sopir yang beroperasi masih bisa dihitung dengan hari. "Angkot belum banyak beroperasi karena masih waswas dengan adanya isu serangan balik dari ojek online," kata Edi, sopir angkot jurusan Binong- Malabar.
Kota Tangerang hingga saat ini masih menahan 21 kru angkot yang terlibat penyisiran terhadap pengojek daring. Mereka yang mayoritas bertato ditangkap saat menyisir pengojek daring di daerah Kelapa Dua, Tangerang Selatan, dan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (9/3). Para pelaku mencari pengojek daring dengan mengendarai mobil. Mereka memperlengkapi diri dengan sejumlah senjata tajam.
Hasil pemeriksaan sebagian besar bukan penduduk Kota Tangerang, melainkan datang dari Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. "Di daerah Karawaci, Kota Tangerang, kelompok yang datang dari arah Kabupaten Tangerang sempat merusak satu mobil yang mereka curigai transportasi online," papar Kapolres. Pengelola angkot dan pembina ojek daring Kota Tangerang telah menandatangani perdamaian. Korban luka dan kendaraan yang rusak akan mendapat bantuan dari Pemkot Tangerang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved