Demo Tolak Angkutan Online Ricuh

(SM/J-3)
09/3/2017 03:33
Demo Tolak Angkutan Online Ricuh
(ANTARA FOTO/Lucky.R)

RATUSAN sopir angkutan kota (angkot) yang berunjuk rasa menolak transportasi berbasis aplikasi daring (online) ricuh di beberapa titik di wilayah Tangerang. Pasalnya, saat berdemo di Kantor Wali Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman, dibarengi penyisiran terhadap angkot yang beroperasi, tidak terkecuali kepada ojek online. Penyisiran dilakukan di sekitar flyover Jalan Jenderal Soedirman, TMP Taruna, MH Thamrin, dan sejumlah jalan lain di Kota Tangerang. Mereka menyetop angkot yang beroperasi agar sopirnya ikut berdemo. Penumpangnya pun dipaksa turun dengan meng-gebrak-gebrak pintu angkot.

"Keterlaluan mereka, kami dipaksa turun di sekitar perempatan flyover Jalan Jenderal Sudirman. Jadi jalan kaki sekitar 3 km menuju tempat kerja," kata Dewi, warga Cileduk yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Tangerang. Ojek online juga jadi sasaran mereka. Bahkan, mereka tidak segan-segan bertindak kasar. Seperti yang terjadi di pertigaan Jalan TMP Taruna. Selain mendorong tubuh pengemudi ojek, helm yang dikenakan penumpangnya juga diambil dan dibanting ke aspal hingga pecah.

Aksi balasan dilakukan ratusan pengemudi ojek online. Nyaris terjadi bentrokan antara sopir angkot dan pengemudi ojek online di Jalan Daan Mogot. Beruntung polisi sigap. Bentrokan bisa dicegah. Perwakilan pendemo yang diterima Kadis Perhubung-an Kota Tangerang Saeful Rohman dan Kapolres Metro Tangerang Harry Kurniawan mendesak Pemkot Tangerang menolak angkutan online. "Kita bersama Kapolrestro Tangerang dan Kadishub sepakat membawa persoalan ini ke Kementerian Perhubungan. Karenanya, kasus ini harus kita kawal, angkutan online harus dibubarkan," kata Ketua DPC Organda Kota Tangerang, Edi Faizal Lubis, kepada para pendemo.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya