Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAWASAN terhadap gorong-gorong di Jakarta masih lemah. Sejak Jumat (3/3) hingga Minggu (5/3), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta menemukan beragam sampah di dalam gorong-gorong Jalan Gatot Subroto, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Gedung Wisma Mulia.
Selain endapan lumpur, sampah itu berupa bongkahan semen, tutup pelat beton, pipa, sisa-sisa kayu, dan galon minuman air mineral. Bahkan ditemukan kulit kabel hingga lebih dari dua truk. Sampah itu menyumbat aliran air di kala hujan. Akibatnya, saat hujan, kawasan Jalan Gatot Subroto tergenang banjir setinggi 30 cm. Padahal sebelumnya genangan hanya mencapai 5 cm dengan waktu surut yang cenderung cepat.
Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Firman menjelaskan volume sampah kulit kabel bukan hanya ditemukan di depan Gedung Wisma Mulia. Dalam pengerukan saluran pada Sabtu (4/3), petugas PPSU menemukan sampah kulit kabel di depan Menara Jamsostek, tepat di bawah jembatan penyeberangan orang. Sekarang sampah itu terparkir di Kantor Kelurahan Kuningan Barat.
“Volume sampah kulit kabel yang kami temukan lebih sedikit dari temuan tahun lalu yang mencapai 22 truk. Sekarang ada kurang dari 10 truk sampah kulit kabel yang ditemukan di Jl Gatot Subroto,” papar Firman, kemarin.
Kepala Seksi Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Arif Faizal mengatakan tiap gorong-gorong atau saluran di Jakarta menjadi tanggung jawab Dinas SDA. Sekretaris Dinas SDA Rodia Renaningrum mengelak.
“Memang betul saluran menjadi tanggung jawab kami, tapi utilitas di dalam gorong-gorong menjadi tanggung jawab Dinas Bina Marga,” tutur Rodia.
Kepala Seksi Perencanaan Bina Marga Riri Asnita menambahkan, untuk pemasangan utilitas di dalam saluran harus di dalam tanah, bukan dekat air yang mengalir. “Selama ini belum ada pengawasan. Makanya, tanggung jawab saluran air ada di Dinas SDA,” ujar Riri.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meminta Dinas SDA mengecek seluruh gorong-gorong. Pengecekan dilakukan khususnya pada titik yang terindikasi ada gangguan. Misalnya, waktu surut genangan akibat hujan di suatu lokasi yang cukup lama. Jika ada unsur kesengajaan dalam peristiwa itu, pihaknya akan mengambil tindakan hukum. (Aya/Ssr/B-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved