PT Jakpro Minta Tambahan Rp2,1 Triliun

(Ssr/J-1)
27/2/2017 03:40
PT Jakpro Minta Tambahan Rp2,1 Triliun
(ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA)

PT JAKARTA Propertindo (Jakpro) akan mengajukan permintaan anggaran tambahan untuk menutupi kekurangan dalam pembiayaan pembangunan tiga proyek menjelang pekan olahraga internasional Asian Games 2018.

Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro Satya Heragandhi mengatakan pihaknya masih kekurangan dana untuk pembiayaan proyek light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrom, Equistrian, dan Velodrom.

Nilai kekurangan itu pun tak main-main, hingga Rp2,1 triliun.

"Kami berharap Pemprov DKI menambah anggaran dalam bentuk penyertaan modal pemerintah (PMP). Masih ada kekurangan dana sebesar Rp2,1 triliun untuk kelanjutan pembangunan tiga proyek itu. Kami sedang upayakan minta tambahan dari APBD. Dokumennya sedang disiapkan untuk meminta persetujuan dari DPRD," kata Satya di Jakarta, Sabtu (25/2).

Ia menjelaskan tahun ini pihaknya akan mendapatkan PMP dari APBD DKI sebesar Rp1,2 triliun dan dari APBD perubahan sebesar Rp750 miliar. Namun, dana tersebut masih belum cukup untuk pembiayaan pembangunan ketiga proyek mahal tersebut. Satya mengaku ada beberapa alternatif yang bisa diambil untuk menutupi pembiayaan itu. Salah satunya dalam bentuk pinjaman dari bank.

Namun, cara tersebut belum bisa diambilnya mengingat nilai bunga bank yang cukup tinggi saat ini. "Kalau ditanya back-up plan, kami sudah punya, tapi esensi utama yang kami perjuangkan untuk dapat PMP," ujarnya. Satya menambahkan Jakpro saat ini sudah menerima dana PMP dari Pemprov DKI sebesar Rp4,45 triliun.

Rincian PMP yang didapat, yaitu Rp1,5 triliun dari APBD-P 2015, Rp1 triliun dari APBD 2016, dan Rp1,95 triliun dari APBD 2017. PMP yang diberikan Jakpro pada tahun anggaran 2016 digunakan untuk membayar uang muka kepada kontraktor pemenang tender proyek.

Penyerapan PMP 2016 juga sudah melebihi pagu. Total nilai uang muka yang dibayarkan tahun lalu mencapai Rp1,2 triliun-Rp1,3 triliun. (SSR)

Rampung lebih cepat
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) optimistis pembangunan sarana transportasi LRT dapat diselesaikan sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Walaupun sekarang baru jadi sepotong, nanti ketika orang-orang asing datang ke sini sudah bisa lihat ada LRT di Jakarta," kata Ahok. Nantinya, menurut dia, LRT akan menjadi salah satu transportasi bagi para atlet yang akan bertanding di sejumlah arena olahraga, di antaranya di velodrom (arena balap sepeda) dan equestrian (arena pacuan kuda).

"Jadi, atlet dari cabang bersepeda dan berkuda yang nantinya diberikan penginapan di kawasan Kelapa Gading bisa dengan mudah mencapai velodrom dan equestrian di Jakarta Timur," ujar Ahok. Selain transportasi bagi para atlet, dia menuturkan keberadaan LRT diyakini akan mampu mengurangi kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di berbagai wilayah Ibu Kota.

Di kesempatan itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi mengungkapkan pembangunan konstruksi LRT hingga akhir Februari tahun ini diperkirakan mencapai 4%. "Akan tetapi, kalau melihat perkembangan pengerjaannya sekarang, kami malah yakin bisa selesai sampai 4,65%. Jadi, lebih cepat dari yang kami prediksikan," ungkap Satya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya