Anggaran Besar Banjir Bertambah

Gan/J-2
25/2/2017 09:08
Anggaran Besar Banjir Bertambah
(Petugas BPBD Kota Bekasi mengevakuasi warga dengan perahu karet ketika terjadi banjir di Kompleks IKIP Jati Bening, Bekasi, Senin (20/2). -- ANTARA FOTO/Saptono)

PEMERINTAH Kota Bekasi mengucurkan dana Rp598 miliar dengan tujuan mengurangi dampak banjir. Sayangnya, titik banjir bukannya berkurang, melainkan malah bertambah bahkan semakin parah.

Direktur Bekasi Institut Pipit Aidul fitria, dengan mengutip data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kota Bekasi, mengungkapkan saat ini terdapat 56 titik banjir. Sebelumnya, hanya ada 49 titik. “Titik banjir bertambah tujuh selama dua tahun terakhir,” papar Pipit, kemarin.

Penambahan lokasi banjir muncul di sekitar Daerah Aliran Sungai Kali Cakung antara Situ Pulo Jatikramat, Jati Asih, yang berakhir di Banjir Kanal Timur.

Untuk mengatasi debit air, Pemkot Bekasi sudah membangun kolam-kolam retensi. Pada 2015 dikucurkan dana Rp345 miliar dari APBD. Setahun kemudian, APBD 2016 juga mengeluarkan dana Rp256 miliar. Tahun ini, dianggarkan lagi Rp306 miliar; sebesar Rp200 miliar khusus pengendalian banjir.

Kolam retensi dibangun di Perumahan Pondok Hijau Permai, Pengasinan; Perumahan Galaxy di Jati Asih, Kompleks Dosen IKIP di Jati Asih, serta Perumnas I di Bekasi Timur. “Kita lihat saja apakah pembangunan kolam retensi berfungsi atau tidak. Semoga mengurangi banjir di Kota Bekasi,” tukas dia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku titik banjir di wilayahnya semakin bertambah. Penyebabnya kolam retensi belum bekerja secara maksimal.

“Pompa yang mengalirkan air ke dalam kolam retensi belum optimal. Kami segera evaluasi sistem pompanya agar air yang menggenang bisa cepat masuk ke kolam retensi dan dari situ bisa masuk ke dalam saluran,” ungkap Rahmat, kemarin.

Menurut Rahmat, pembangunan kolam retensi sudah dilengkapi saluran pembuang­an air. Nyatanya, itu belum sanggup menampung derasnya air hujan yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Bekasi.

Saat disinggung soal banjir di Tol Jakarta-Cikampek maupun Tol Jakarta Lingkar Luar yang banyak dikeluhkan masyarakat, Rahmat menduga gorong-gorong tol tersumbat lumpur. Saluran tersebut sulit dinormalisasi sebab menyangkut kepentingan pengendara jalan tol.

“Lagi pula sulit mengurus izinnya, biayanya pun mahal. Peristiwa banjir ini akan kami evaluasi.” (Gan/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya