Perbaiki sebelum Korban Berjatuhan

Gana Buana
25/2/2017 08:49
Perbaiki sebelum Korban Berjatuhan
(ANTARA FOTO/Paramayuda)

SEBELUM korban jiwa berjatuhan, DPRD Kota Bekasi mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera memperbaiki jalan-jalan berlubang. Bila tidak diperbaiki secepatnya, jalan berlubang bisa berdampak fatal bagi pengendara, khususnya sepeda motor.

Hal itu diingatkan Ketua Komisi I Ariyanto Hendrata, kemarin. “Kalau intensitas hujan mulai jarang, pengerjaan perbaikan bisa segera dimulai,” imbuhnya.

Saat ini intensitas hujan di Kota Bekasi masih tinggi. Perbaikan jalan berlubang harus menunggu aspal me­ngering. Hal tersebut sudah jadi keharusan agar kualitas jalan yang diperbaiki terjaga.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas PUPR Kota Bekasi, sedikitnya 80 titik jalan rusak perlu mendapat penanganan segera. Rusaknya jalan tersebut merupakan imbas hujan yang turun selama beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas PUPR Tri Adhianto mengakui jalan rusak dapat membahayakan pengendara yang melintas. “Kami segera memperbaiki apabila intensitas hujan mulai menurun. Aspal butuh waktu untuk mengering agar kualitas bisa tahan lama,” kata Tri.

Titik jalan rusak yang cukup parah di Kota Bekasi antara lain di Jalan Siliwangi, Jalan Cut Mutia, Jalan Ir H Juanda, Jalan M Hasibuan, Jalan KH Noer Ali, Jalan Pejuang, Jalan Lingkar Utara, Jalan Agus Salim, dan Jalan I Gusti Ngurah Rai.

Tri menyatakan perbaikan di ruas jalan-jalan tersebut akan diutamakan. Selain statusnya merupakan jalan protokol, jalan-jalan tersebut merupakan jalan penghubung antara Kota Bekasi dan Provinsi Jakarta serta antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Khusus jalan provinsi seperti Jalan Sultan Agung dan Jalan Jenderal Sudirman, pihaknya akan menyurati Pemprov Jawa Barat agar memperbaikinya. Namun, untuk jalan milik negara yang menjadi koridor utama pengendara dari Bekasi melintas menuju Jakarta, perbaikan tetap ditangani Pemkot Bekasi.

alan KH Noer Ali mendapat prioritas perbaikan dengan pertimbangan paling ramai dilalui, terutama pada pagi saat warga Kota Bekasi menuju Jakarta atau arus balik pada sore hari. Sambil menunggu perbaikan, pihaknya sudah menempelkan sekitar 40 spanduk peringatan agar pengendara berhati-hati melalui jalan berlubang.

Drainase tersumbat
Di tempat lain, hujan deras dalam dua hari terakhir merendam Perumahan Permata Depok dan Kampung Utan, Citayam, Pancoran Mas, Kota Depok, dengan kedalaman air mencapai 70 cm. Penyebabnya ialah drainase tersumbat sehingga air lambat surut.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Depok Satria Fristiadi kemarin terlihat memimpin anak buahnya untuk mengeruk sampah dan lumpur pada drainase.

Sebagai antisipasi datangnya banjir susulan, Kepala Dinas PUPR Kota Depok Manto Jorghi juga mengerahkan Teruna Siaga Bencana, Tim Satgas Banjir, dan Pemadam kebakaran ke lokasi banjir di Citayam.

Kawasan Citayam banjir ­akibat meluapnya Kali Pelayangan. Karung berisi tanah dan batu-batuan dipasang di pinggir Kali Pelayangan. “Kontur jalan yang miring dan tersumbatnya drainase membuat air tumpah ke perumahan warga,” cetusnya. (KG/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya