Terjerembap ke Lubang di Kawasan Menteng

Sru/J-2
24/2/2017 09:28
Terjerembap ke Lubang di Kawasan Menteng
(Pengendara melintas pelan saat melewati jalan rusak dan berlubang di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, pekan lalu. Tingginya curah hujan semakin memperparah kondisi jalan raya tersebut. -- MI/Galih Pradipta)

DONNI Agustian, 35, selalu akan ingat kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya dini hari itu. Peristiwa itu meninggalkan luka permanen di betis kirinya akibat motor yang dikendarai terbalik saat menghindari lubang saluran air di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.

Donni berpikiran tidak mungkin ada jalan rusak di kawasan elite, apalagi daerah Menteng. Tak tahunya jalah rusak itu malah ada di tengah. Sebenarnya bukan jalan rusak, melain-kan lubang saluran air yang membentuk persegi.

Saluran itu tidak tertutup. Ketika air menggenangi dini hari itu, Donni sama sekali tidak menduganya. Akhirnya ban motor masuk ke lubang itu. Donni pun terjerembap, tubuhnya tertimpa motor. Kejadian itu meninggalkan bekas luka yang akan jadi cacat sepanjang hidupnya.

Pria gempal itu tak habis pikir bagaimana bisa lubang dibiarkan menganga di tengah badan jalan. Ia yakin bukan dirinya saja yang jadi korban sebab jarak antara lokasi kejadian dan perem-patan lampu merah Menteng hanya ratusan meter.

“Betul-betul membuat sebal. Pengerjaan jalan dengan tidak menutup bagian saluran dan berada di tengah jalan, itu namanya pengerjaan serampangan. Mengapa tidak ada pengawas, ya. Padahal membahayakan pengendara, terutama motor.”

Lubang itu sangat membahayakan pengguna jalan karena posisinya di tengah dan tidak jauh dari perempatan lampu merah Menteng.

Salah satu warga Ciracas, Jakarta Timur, Ronald, 37, juga mengeluhkan jalan rusak di wilayahnya. Jalan dibiarkan berlubang baik karena jalan rusak maupun bekas galian sarana jalan.

Ronald yang memiliki mata minus hampir saja mengalami kejadian fatal di Jalan Raya Bogor dekat Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. “Di jalan raya saja banyak berlubang, apalagi jalan perkampungan ke rumah saya. Tolonglah supaya pemerintah bisa segera memperbaiki,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemeliharaan Bina Marga DKI Jakarta Sukowibowo Edy Santoso berkilah sebagian besar jalan memasuki masa perbaikan, terutama yang sering tergenang air. ”Kami sudah mendata jalan rusak. Semua perbaikan bersifat sementara,” terangnya.

Perbaikan terkendala kondisi curah hujan yang masih tinggi. “Tapi Maret nanti kami bisa lakukan perbaik-an permanen,” tandasnya. (Sru/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya