Maksud Baik Malah Merusak Rumah Warga

(Akmal Fauzi/J-2)
16/2/2017 04:50
Maksud Baik Malah Merusak Rumah Warga
(MI/Galih Pradipta)

MAKSUD hati memperdalam kali untuk menghilangkan genangan, tak dinyana malah memengaruhi struktur tanah. Pengerukan saluran penghubung Kali Grogol di Jalan Kemandoran Pluis, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pun bermasalah. Saluran penghubung Kali Grogol selama ini berfungsi menyalurkan air dari saluran-saluran kecil di Jalan Palmerah Barat. Struktur tanah berubah karena saluran dikeruk melewati batas fondasi turap. Tanah pun turun dan menyebabkan turap serta rumah yang berjarak sekitar 2 meter dari saluran tersebut ambrol.

Sebanyak 10-15 rumah mengalami kerusakan. Salah satunya milik Suyono, 62. Lantai dalam rumahnya turun yang membuat keramik terbelah. Tembok utama rumah pun retak. Kusen jendela ikut turun sehingga pintu tak bisa ditutup. "Mengeruknya enggak benar. Kenapa bisa retak seperti ini?" protesnya, Rabu (15/2). Kamilin, 34, warga lainnya, mengaku harus memperbaiki lantai rumah yang retak dengan semen. Ia juga mesti memperbaiki bagian turap yang retak di depan rumah.

Dia rela mengeluarkan uang sendiri untuk memperbaiki turap itu. "Teras rumah saya juga ambrol. Lalu saya tinggikan teras rumah menggunakan batu bata. Berantakan semua." Sebenarnya, menurut Kamilin, saluran Kali Grogol tak perlu dikeruk sebab sudah dalam dan besar. "Di sini air tak pernah sampai melewati batas kali. Jadi buat apa dikeruk. Apalagi pengerukannya sampai melewati batas fondasi kali," keluhnya. Pengerukan saluran penghubung dilakukan untuk membebaskan Jalan Palmerah Barat dari genangan air setiap hujan.

Lokasi berada di wilayah perbatasan antara Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Saluran itu merupakan saluran besar dengan lebar kurang lebih 7 meter. Kedalamannya setelah pengerukan kini mencapai 3 meter. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan pengerukan sudah dua bulan lalu. Ia mengakui rusaknya beberapa titik turap akibat pengerukan. Saat ini, kata Holi, pihaknya memancang kayu-kayu dolken di sepanjang turap yang rusak.

"Kayu dolken dipancang rapat untuk menahan tanah agar tak terus ambles," cetusnya. Holi mengakui warga menuntut pihaknya memperbaiki turap. Akan tetapi, kata Holi, perbaikan turap harus disertai mundurnya rumah warga dari tepi saluran penghubung itu. "Mereka harus mundur sesuai trase kalau mau turap itu kami perbaiki," kata Holi. Berarti mesti ada pembongkaran bangunan.

Setidaknya rumah-rumah warga mesti mundur sejauh 5 meter dari tepi saluran penghubung. "Kalau bangunan rumah tak dimundurkan, akan membahayakan pekerja. Bisa roboh rumahnya saat perbaikan," tukasnya. Lurah Palmerah, Ilham, beralasan perbaikan saluran sisi Jalan Palmerah Barat memang mesti dilakukan untuk menghilangkan genangan air di jalan. "Yang kerja itu sama-sama, antara Sudin Tata Air Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan," kata Ilham.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya