Keroyokan Atasi Kemacetan Jalan

Keroyokan Atasi Kemacetan Jalan
15/2/2017 03:20
Keroyokan Atasi Kemacetan Jalan
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

SESUAI dengan janjinya, kemarin, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian bus angkutan permukiman. Nama kerennya ialah Jabodetabek Residence Connexion (JRC). Hal itu, kata Budi, merupakan bentuk peran serta pemerintah pusat dalam memecahkan persoalan kemacetan di Jakarta yang sudah bertahun-tahun. Caranya ialah dengan mengajak orang-orang kaya yang tinggal di permukiman mewah untuk mau naik bus kota. “Kemacetan di Ibu Kota itu salah satunya disebabkan jalanan dipenuhi kendaraan pribadi milik kalangan menengah ke atas. Nah sekarang kita buat suatu kesamaan dan saya yakin bus ini akan semakin bagus,” ujar Budi.

Bus JR Connexion itu akan melayani masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan Bodetabek yang menuju Jakarta. Bus JR Connexion akan berangkat dari permukiman, seperti Grand Wisata (Bekasi), Bintaro Jaya (Bintaro), Bumi Serpong Damai (Serpong), Zam-zam Park (Bogor), dan Kota Wisata (Cibubur). Bus itu hanya berhenti di titik-titik tertentu, di antaranya di FX Senayan, Blok M, dan kawasan Sudirman. Budi menyampaikan apresiasinya atas kesertaan pihak swasta dalam mewujudkan angkutan permukiman tersebut.

Di kesempatan itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga menyampaikan pemerintah akan terus membuat terobosan untuk melayani kebutuhan transportasi umum warga permukim­an. Hal itu sudah tertuang dalam rencana kerja yang dipayungi Peraturan Menteri Perhubung­an No 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum dengan Kendaraan Bermotor tidak dalam Trayek. “Jadi, angkutan permukim­an dilayani angkutan tidak dalam trayek. Melayani warga dari kawasan permukim­an ke beberapa titik pusat kegiatan,” jelasnya.

Integrasi Trans-Jakarta
Saat ditemui di kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Trans Jakarta Budi Kaliwono menyampaikan pihaknya mendukung keberadaan layanan baru transportasi tersebut. “Angkutan permukiman ini bisa mengangkut masyarakat dari pinggir ke pusat kota dan terhubung dengan layanan Trans Jakarta. Layanan ini makin memudahkan masyarakat untuk bepergian dengan murah dan nyaman,” jelasnya. Saat ini, lanjutnya, PT Trans Jakarta sudah melayani 80 rute dengan 1.347 bus yang beroperasi.

Setiap hari, bus Trans-Jakarta mengangkut pelanggan hingga 430 ribu orang. Sepanjang 2016, perusahaan transportasi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu telah melayani 123,7 juta pelanggan, naik 21% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 185 juta pelanggan pada 2017,” ujarnya. “Aspek keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada publik juga menjadi ketentuan yang telah dipenuhi Trans-Jakarta,” ujarnya. (Adi/Ssr/Gnr/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya