Bom pun Bisa Dibuat Jadi Pupuk

Gana Buana
01/2/2017 14:41
Bom pun Bisa Dibuat Jadi Pupuk
(ANTARA)

INOVASI memang tiada batasnya. Pernah tergabung di tim Anti Teror Bom (ATB), Sundoro justru melakukan inovasi yang tidak biasa. Anggota kepolisian sektor Jati Asih ini berhasil membuat pupuk dengan bahan baku bom.

Lelaki yang menyandang pangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) ini mengaku tergabung sebagai anggota dalam tim ATB sejak 2000 silam. Memasuki 2010, Sundoro minta dipindahtugaskan ke Polsek Jati Asih.
Di tempat tugasnya yang baru, Sundoro mencoba mengasah daya kreativitasnya.

Di sela kesibukan sebagai anggota polisi, berbekal pengalaman dan pengetahuannya Sundoro mencoba budidaya sayur-mayur dengan memanfaatkan lahan terbatas di teras rumahnya.

Usaha sampingan itu akhirnya berbuah manis. Ayah dua orang putra ini bisa menambah pundi-pundi perekonomian keluarganya.

Hanya saja, Sundoro berfikir keras untuk meningkatkan kualitas sayuran yang dia tanam. Tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari pemakaian pupuk yang berkualitas juga.

"Pupuk yang berkualitas bagus tentunya harganya juga mahal," ungkap pria yang bermukim di daerah Mustikajaya, Kota Bekasi ini, kepada Media Indonesia, Rabu (1/2).

Karena itu, pengetahuan yang didapat dari ATB dia terapkan untuk membuat pupuk. Anehnya bahannya merupakan bahan baku pembuatan bom dicampur dengan bahan organik rumah tangga. Bahan bakunya antara lain, sulfur, asam nitrat, HNO3, asam fosfat TNT, ZINC dan urea.

Dalam proses pembuatannya, lanjut Sundoro, sejumlah bahan kimia tersebut dicambur dengan kunyit, bawang putih dan dadung. Setelah tercampur dalam wadah, bahan-bahan baku tersebut langsung dicampur dengan air dan digiling dalam mesin mixer.

Hasilnya..., pupuk organik cair yang berkualitas pun bisa digunakan untuk berbagai tanaman baik sayuran maupun buah. "Proses pembuatannya sekitar empat hingga lima jam," ungkap Sundoro.

Meski menggunakan bahan baku kimia pembuatan bom, Sundoro menjamin pupuk tersebut tidak akan meledak saat dipakai ke tanaman. "Sebab, detonator pemantik ledakan tidak dipakai. Ditambah, bahan-bahan kimia tersebut sudah dilarutkan menggubakan air," ujarnya dengan nada humor.

Selain dijamin aman dan tidak meledak, pupuk yang dinamakan pupuk cair 'Mutiara Anugrah Tani' ini pun dijamin lebih hemat. Dia mengasumsikan, satu botol pupuk cair berisikan satu liter, bisa dipakai untuk 2.000 meter persegi.

"Keunggulan lainnya, pupuk ini bisa menghemat hingga 50 persen pemakaian pupuk murni biasa. "Asumsi saya bisa hemat hingga 50 persen," ucap dia.

Bahkan, dari segi hasil panen, pupuk ini jauh lebih cepat, khususnya jika digunakan untuk tanaman padi dan cabai. Hasil buahnya lebih besar, dan dari segi usia tanaman jauh lebih lama.

"Soal harga.. satu botol berisikan 1 liter pupuk adalah Rp80 ribu, pemesanan bisa dilakukan langsung pada saya," tukas dia berpromosi.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya