Timses Anies-Sandi Kritisi Pembatasan Kreativitas Moderator

Christian Dior Simbolon
30/1/2017 21:08
Timses Anies-Sandi Kritisi Pembatasan Kreativitas Moderator
(ANTARA)

KETUA Tim Pemenangan Anies-Sandi Mardani Ali Sera mengkritisi skema debat Pilgub DKI Jakarta yang membatasi kreativitas moderator dalam membongkar kelemahan argumentasi para pasangan calon (paslon). Menurut dia, seharusnya KPU DKI memberikan keleluasaan bagi moderator untuk melakukan pendalaman terhadap jawaban-jawaban paslon.

"Minimal satu kali pendalaman untuk masing-masing calon. Jadi moderator tidak hanya membacakan soal saja. Setelah dijawab, selesai. Kalau begitu, kepakaran moderator debat jadi mubazir dan karakter calon ketika tertekan juga tidak kelihatan," ujar Mardani saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Dalam debat debat resmi Pilgub DKI Jakarta yang digelar Sabtu lalu, KPU DKI memilih dua moderator untuk memandu jalannya debat, yakni Guru Besar Ilmu Administrasi FISIP UI Eko Prasojo dan presenter Tina Talisa. Secara khusus, Mardani menyoroti peran Eko yang hanya sekadar membacakan pertanyaan yang disusun tim panelis KPU DKI.

"Sayang kan? Kalau perlu mungkin bisa dipikirkan supaya panelis juga bisa bertanya ketika debat berlangsung untuk mempertajam jawaban-jawaban paslon. Kalau kita lihat kemarin, ada paslon yang jawabannya tidak sinkron dengan pertanyaan tapi dibiarkan saja," cetusnya.

Lebih jauh, Mardani juga menyarangkan agar format duduk para paslon dalam debat ke depan diatur secara lebih baik. Para paslon bisa diatur agar duduk bersama di sofa melingkar atau di satu meja sehingga terkesan lebih santai. "Sehingga tidak tegang dan melelahkan mereka juga," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya