Bima Arya Teriak Bongkar, Pedagang Sabodo Teuing

(Dede Susianti/J-2)
26/1/2017 04:50
Bima Arya Teriak Bongkar, Pedagang Sabodo Teuing
(MI/DEDE SUSIANTI)

WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terlihat gusar. Seusai jumpa pers soal agenda tahunan pesta rakyat dan festival budaya Cap Go Meh, Rabu (25/1) siang, Bima Arya bergegas ke kawasan Pasar Kebon Kembang, Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor. Dengan berjalan kaki dari kantornya, Balai Kota Bogor di Jalan Juanda, Bima melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tujuannya, pasar yang berjarak sekitar 1 km lebih dari kantornya.

Bima mendapat banyak keluhan, setiap hari terjadi kemacetan di jalan alternatif sistem satu arah (SSA) itu. Ya, sejak April 2016, Bima menerapkan SSA di jalur lingkar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Dampaknya, sejumlah trayek angkutan kota dialihkan dan banyak jalan yang digunakan, termasuk sejumlah jalan di sekeliling Pasar Kebon Kembang dan Pasar Anyar. Yang terjadi benar adanya. Badan jalan di sekitar Pasar Kebon Kembang itu dipenuhi lapak-lapak pedagang kaki lima. Emosi Bima pun terpancing. Ada yang berjualan buah, pakaian, makanan, hingga area parkir.

Bima yang hari itu mengenakan pakaian Nyunda, khas Rabu, dengan setelan baju kampret warna hitam dan ikat kepala berbahan kain batik atau totopong berwarna dasar biru itu, seketika terpancing emosinya. Dia langsung mendatangi lapak buah yang berada di tengah jalan yang menguasai lahan sekitar 7 meter dan lebar sekitar 2 meter. Mimik mukanya datar. Namun, suaranya cukup keras dan penuh tekanan. Dia memanggil sang pemilik lapak. “Bayar ke siapa di sini? Tidak boleh (jualan) di sini, macet. Saya kasih waktu bongkar sendiri, sebelum sama Satpol PP. Ini jalan. Becak, becak, ayo jalan,” teriaknya.

Bima semakin kesal melihat reaksi lamban pemilik lapak. “Ada golok, mana golok. Cari golok. Ada golok enggak di situ? Jadi, enggak boleh di sini. Jalan ini. Macet, penyempitan. Mana golok? Buahnya diambil dulu,” teriak Bima disertai gerakan tangan mengangkat dan menunjuk. Geregetan, Bima pun menarik tali, berusaha merobohkan tiang terpal lapak dari bambu. Dia pun mencoba mengangkat dan menarik terpal. Akhirnya terpal lapak itu pun dibongkar petugas Satpol PP. Bima pun ikut serta mengangkat boks-boks kayu tempat buah yang bertumpuk di tengah jalan beserta Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi.

“Kawasan Pasar Kebon Kembang ini adalah jalur alternatif SSA, yang harus steril,” tutur Bima yang bergegas menuju Lapangan Sempur untuk rapat persiapan peluncuran Taman Sempur. Aksi Bima mendapat perhatian banyak orang. Beberapa ibu yang tadi sudah menyiapkan telepon selulernya buat foto dengan Bima mengurungkan niat mereka. Sejumlah pedagang bereaksi negatif. Bahkan ada yang nyeletuk, “Ini paling buat foto-foto saja. Formalitas saja,” ujarnya. Benar saja, selang 1 jam kemudian, beberapa pedagang kembali berjualan ke lokasi semula dan petugas Satpol PP sama sekali tak terlihat. (Dede Susianti/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya