Polri Bentuk Tim Khusus Kejar 7 Tahanan BNN yang Kabur

Ilham Wibowo
25/1/2017 15:03
Polri Bentuk Tim Khusus Kejar 7 Tahanan BNN yang Kabur
(MI/Arya Manggala)

POLISI hingga kini masih berupaya melakukan pencarian tujuh orang tahanan Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Mabes Polri yang berhasil kabur dengan cara menjebol tembok kamar mandi ruang tahanan di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur. Pencarian dilakukan hingga menyusuri kampung halaman masing-masing pelaku.

"Sudah ada empat satuan tim khusus untuk melakukan pengejaran ke berbagai alamat sesuai dengan data yang ada pada kita," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Boy mengatakan, kemungkinan besar para pelaku tersebut telah meninggalkan Ibu Kota. Meski demikian, Polri optimistis para pelaku dapat kembali berada di balik jeruji besi. "Mereka ingin bebas ya, ingin sejauh-jauhnya bersembunyi," ujar Boy.

Menurut Boy, petugas penjaga ruang tahanan kini juga tengah menjalani pemeriksaan seiring dengan perburuan pelaku. "Kita kumpulkan para petugas Rutan yang sedang berjaga. Jadi proses pengejaran dijalankan, sedangkan petugas yang berjaga tetap dimintai pertanggungjawaban," ujarnya.

Boy menambahkan tidak menutup kemungkinan saksi disiplin akan diberikan terhadap petugas jaga. Sanksi diberikan setelah faktor kelalaian terpenuhi.

Bila bersalah petugas jaga akan menjalani sidang disiplin. Menurut Boy, sanksi bisa berupa penurunan pangkat petugas, penundaan kenaikan gaji serta pengurangan hak petugas lainnya.

"Bisa jadi karena faktor pengawasan, lingkungan rutan, sehingga tanpa diketahui petugas jaga, kemudian pelaku menjebol dinding rutan," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh tahanan Dirtipid Narkotika Mabes Polri di Gedung BNN, Jakarta Timur, memanfaatkan kelengahan petugas jaga untuk kabur. Para pelaku menggunakan patahan besi sel tahanan untuk melubangi tembok kamar mandi dengan diameter 30 cm.

Direktur Dirtipid Narkotika Mabes Polri Brigjen Pol Eko Dayanto mengatakan petugas baru mengetahui tahanan narkoba itu kabur pada Selasa (24/1) pukul 06.00 WIB. Diduga, mereka beraksi mulai pukul 00.00 WIB sampai 05.00 WIB.

"Ukuran lubang yang ada di kamar mandi itu dibuat tidak terlalu besar. "Mereka membuat lubang hanya berukuran badannya," jelas Eko. Begitu keluar, ketujuh pelaku yang ditahan di ruangan nomor lima itu memanfaatkan pakaian dan kain yang ada untuk menutup kawat berduri yang ada di atas tembok.

Para tahanan narkoba berhasil kabur dengan memanjat dan berjalan ke halaman parkir Rumah Sakit Otak Nasional yang berada persis di samping Gedung BNN.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya