Lahan Tol Cimaci Baru Siap 50%

MI
25/1/2017 09:01
Lahan Tol Cimaci Baru Siap 50%
(Antara/Jafkhairi)

PEMERINTAH Kabupaten Bogor melalui Kantor Pertanahan/Agraria dan Tata Ruang (Kanhan/ATR) baru membebaskan 50% lahan yang terkena proyek pembangunan Tol Lingkar Luar Cimanggis-Cibitung atau disebut Tol Cimaci. Demikian juga dengan proses pembebasan lahan untuk Tol Cimanggis-Nagrak.

"Yang sedang kita push sekarang adalah pembebasan lahan untuk Tol Cimaci dan Tol Cimanggis-Nagrak. Masih berjalan, tapi sudah sebagian besar kita bayar," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Kanhan Kabupaten Bogor AW Ganjar saat ditemui Media Indonesia di kantornya, beberapa waktu lalu.

Khusus untuk pembebasan lahan Tol Lingkar Luar Cimanggis-Nagrak, jelasnya, sudah dimulai sejak 2015. Itu melanjutkan dari pembebasan lahan yang tertunda sejak 2009. Ngatiyo, staf kesekretariatan Kanhan Kabupaten Bogor, menjelaskan lebih rinci progres pembebasan dari kedua tol tersebut. Untuk Tol Cimanggis- Nagrak sudah 47% lahan dibebaskan sampai akhir 2016.

Selama setahun, ungkap Ngatiyo, dari luas 3,2 hektare dengan 68 bidang, seluas 1,469 hektare sudah dibayar atau dibebaskan. Sisanya yang belum dibebaskan seluas 1,723 hektare atau 53%.

Menurutnya, proses pembebasan terkendala anggaran. Anggaran yang dibutuhkan tidak mencakup seluruh kegiatan. Beberapa hal lainnya yang menghambat ialah adanya kepemilikan tanah ganda, tanah aset pemda, dan tanah wakaf. Khusus untuk pembebasan lahan, sekitar Rp50 miliar dianggarkan. "Sisanya tinggal 48 bidang lagi. Tahun ini infonya ada anggaran jadi bisa diselesaikan tahun ini," kata dia.

Lahan di Kabupaten Bogor yang terkena jalan tol itu berlokasi di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri. Jalan tersebut menghubungkan Cimanggis dan Nagrak dengan akses menuju Jalan Tol Jagorawi.

Tol Cimaci
Untuk proyek Tol Cimaci (Cimanggis-Cibitung), ada tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Bogor yang terkena, yakni Desa Limus Nunggal dan Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, serta Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri.

Panjang jalannya 7 km dengan luas keseluruhan yang ada di Kabupaten Bogor mencapai 77,3 hektare serta jumlah bidang sebanyak 1.160. Luas lahan yang terkena proyek tol itu di Desa Pasir Angin mencapai 30,669 haktare, Limus Nunggal sekitar 17,634 hektare, dan Desa Nagrak mencapai 29,056 hektare.

"Statusnya lingkar tol tiga," kata Ngatiyo. Pembebasan terus berjalan, peta bidang sudah selesai. Di Desa Limus Nunggal, itu masuk taraf tim penaksiran. Untuk di dua desa lain, pendataan tanaman dan bangunan sedang dilakukan.

"Tahapannya selesai dari appraisal (penaksiran), akan ada musyawarah harga dengan warga terdampak," kilah Ngatiyo.

Meski tidak menyebutkan angkanya, dana bersumber dari BLU (badan layanan umum). "Karena target beroperasi 2018, kita di-push juga. Bahkan, sudah ada pembangunan fisiknya," kata dia.

Proyek tol Cimanggis-Cibitung memiliki panjang 26,3 km dengan nilai investasi Rp7 triliun dan biaya konstruksi Rp4 triliun.(DD/J-3 )



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya