Kenal Permainan Sosialita, Mahasiswi Cantik Itu Menghilang

Dede Susianti
23/1/2017 18:53
Kenal Permainan Sosialita, Mahasiswi Cantik Itu Menghilang
(Ilustrasi)

SEKITAR pukul 10.00 WIB, pada Jumat (20/1) menjadi hari terakhir Valiandra Vabiola berada di rumahnya, di Perumahan Citra Indah Bukit Menteng, Blok B 1, No 7 RT 01/08, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Mengenakan setelan casual dengan celana jeans panjang warna biru, atasan sweater hijau-putih ada kupluknya berwarna hijau, Valiandra berpamitan akan pergi ke kampusnya (Marcubuana) di Keranggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Namun hingga saat ini, mahasiswi semester satu itu tidak kunjung pulang dan menghilang. Tepat pukul 22.30 WIB pada hari Sabtu atau setelah 24 jam, sang ayah dan bundanya pun melapor kehilangan atau ketidakpulangan Valiandra ke Mapolsek Jonggol.

Sang bunda, Dina Noviandra,32, berkisah, bahwa ponsel anak semata wayangnya itu, sekitar pukul 10.00 WIB lebih atau sekeluarnya dari rumah, sudah dalam kondisi off. Itu diketahui, karena beberapa menit berselang kepergiannya, dia mengirimkan pesan WhatsAp (WA), tapi hanya ceklis satu atau tanda ponsel mati.

"Saya WA tapi ceklis satu dan saya telepon juga tidak bisa dihubungi. Kebetulan hari itu kami ada janji, siangnya akan ketemuan di wilayah Cibubur," tutur Dina kepada Media Indonesia, Senin (23/1) sore.

Menurut ceritanya, hari itu terasa berbeda. Dia mengaku seolah terhipnotis. Karena sudah tahu bahwa lokasi bank yang akan ditujunya dan kampus anaknya searah, tapi tidak pergi bersama. "Orang kita mau berangkat, tapi kenapa ngak bareng saja. Saya kaya kesirep, kaya kehipnotis."

Singkatnya, pukul 13.00 WIB, Dina dan suaminya nunggu di lokasi. Tapi ponselnya mati. Terus ditunggu sampai pukul 14.00 WIB namun tidak ada kabar dan ponselnya pun masih off.

Menurut Dina, itu di luar kebiasaan anaknya. "Kalau ada janji pasti bilang.."Mah, aku ada di kampus. Tungguin, nanti aku naik ojek online."

Merasakan tidak nyaman dan tidak enak hati, bersama sang suami, Dina pun melakukan pencarian. Semua tempat yang dimungkinkan dituju Valiandra mereka datangi. Pertama yang dituju adalah kampusnya. Tapi ternyata tidak ada yang kuliah karena libur setelah Ujian Akhir Semester (UAS) sejak 2 Januari hingga 16 Januari.

Termasuk tempat bekas kosnya yang hanya ditempati satu bulan di dekat kampus. Namun tidak juga ada titik terang. Dari situ, mereka memutuskan untuk menelusuri jalan dan kawasan Cibubur, Jonggol. Nihil.

"Saya mutusin pulang sebelum melacak jejak ke ojek online. Saya cari apa saja yang bisa jadi tanda, surat atau barang apapun. Tapi tidak ada," tuturnya.

Dina hanya mengisahkan bahwa ada perubahan pada anaknya itu sejak dua bulan lalu. Anaknya yang dulu ceria itu kini hanya berkutat dengan ponselnya.

Anaknya yang dulu sama-sama punya kedekatan dengannya dan ayahnya dan selalu bercerita soal apa pun, tapi tidak lagi. Dan itu sejak sekitar November lalu atau tepatnya mengenal permainan di gadget (games). Nama permainan itu 'Afakin', permainan 3D tentang kehidupan sosialita.

"Nama gamesnya Afakin, karena pernah ngajak saya dan ayahnya untuk ikut main. Katanya seru. Permainan itu tentang sosialita. Ada beli-beli apartemen, party-party," ujar Dina.

Sejak saat itulah, kehidupan, keseharian Valiandra berubah total. Waktunya habis untuk main itu. "Kecanduan. Ke kamar mandi sambil bawa HP dan main, makan juga sambil main, di depan TV saja juga main. Sampai pagi lagi dia main."

Kecanduan itu pun berimbas pada perubahan fisik Valiandra. Masih kisah Dina, wajah Valiandra jadi kusut, kusam dan tirus. Kemudian badannya pun jadi kurus karena kurang tidur. "Dia tidur jam 1, jam 3 dini hari. Jadi dia kurang tidur."

Dari permainan itu pun, lanjutnya, Valiandra punya teman baru. Bahkan dia pernah menyampaikan ingin bertemu atau kopdar (kopi darat) dengan teman-teman permainan itu. "Kaya komunitas. Dia pernah minta ijin ke saya, cuma kata saya sebaiknya jangan," ungkapnya.

Meski demikian, Dina terlalu yakin apa karena itu atau anaknya bertemu dengan teman-teman maya-nya yang baru itu ada kaitanya dia menghilang. "Saya ini masih berikhtiar mencari. Saya sudah share ke media sosial saya soal ini siapa tahu ada yang pernah melihat. Saya juga sempat dikasih tahu sama beberapa orang yang punya panca indra ke enam, katanya anak saya dalam kondisi baik. Semoga itu benar dan anak saya kembali dengan selamat dan sehat," ujarnya.

Sebelumnya, dia pun sudah mencoba melacak melalui history ojek daring (gojek, gribe) dan feedeer. Dari history itu, diketahui dia mendatangi sebuah mini swalayan (family mart). Namun setelah dikunjungi, swalayan tersebut tidak mengetahuinya. Sementara untuk CCTV itu harus dari pihak kepolisian.

Valiandra, kelahiran Jakarta tanggal 2 Februari 1998 itu memiliki ciri-ciri rambut hitam lurus di bawah bahu, tinggi badan sekitar 160 cm dan berat badan sekitar 45 kg, warna kulit putih terang, rambut hitam, alis tebal, hidung mancung, dan gigi menggunakan kawat gigi.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya