Lelah Menunggu Pelantikan Dini Hari

(Deni Aryanto/J-2)
19/1/2017 02:40
Lelah Menunggu Pelantikan Dini Hari
(Ilustrasi Thinkstock)

WAKTU menunjukkan pukul 21.00 WIB. Kasubag Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Mercy Apriyanti kian harap-harap cemas. Sudah berjam-jam ia terpaku di salah satu kursi ruang serbaguna lantai empat kantor Pemerintahan Kota Tangsel. Selain cemas menanti nasib akan dimutasi ke bidang dan jabatan apa, jadwal pelantikan yang semestinya jelang petang tak kunjung mulai. Hari itu, Pemerintah Kota Tangsel menjadwalkan agenda mutasi dan pelantikan 580 pegawai negeri sipil (PNS) eselon IV.

Pada surat undangan yang beredar, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menentukan waktu pelantikan Rabu (19/1) pukul 18.30. Raut wajah lelah bercampur jengkel terlihat pada sebagian besar peserta. Sudah lewat berjam-jam tapi tidak ada informasi perihal penyebab molornya kegiatan. Ruangan sedari awal sudah disesaki peserta. Kondisi itu pun menjadi bahan obrolan banyak pegawai di dalam ruangan. "Dari magrib saya sudah di sini. Pelantikan pukul 18.30. Undangan datang ke kantor mendadak pukul 17.30. Saya buru-buru pergi karena takut telat," ungkap Mercy, kemarin.

Kerisauan serupa dirasakan Kepala Puskesmas Setu Khairudin. Untuk mengikuti pelantikan, dirinya buru-buru ke lokasi. Datangnya informasi soal pelantikan tidak sampai setengah jam dari waktu terjadwal. "Pukul 18.03 baru dapat kabar. Padahal, saya dari sore sudah di rumah. Dapat info dari grup Whatsapp," ceritanya. Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Sebanyak 580 pegawai akhirnya membacakan sumpah jabatan pada pukul 23.45. Acara usai pukul 01.00.

Kegiatan kali ini merupakan agenda keempat kebijakan rotasi pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel. Pada acara pelantikan sebelumnya, malah sempat terjadi kericuhan lantaran seorang PNS eselon III mengamuk. Saat ditanya alasan molornya kegiatan hingga menjelang dini hari, Sekda Kota Tangsel Muhammad berkilah proses pematangan selayaknya diberikan kepada pegawai pemerintahan, terutama dalam hal kesabaran.

Menurutnya, menjadi pelayan masyarakat harus siap selama 24 jam. "Jangan cengeng. Jadi PNS itu harus punya mental tangguh. Jangan gampang menyerah. Baru sampai larut malam (sudah mengeluh)," ketusnya. Muhammad menampik kegiatan yang berlangsung saat tengah malam itu untuk menghindari gangguan seperti pelantikan sebelumnya. "Kebetulan pegawai yang dilantik juga banyak," kilahnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menambahkan awalnya prosesi pelantikan direncanakan pagi hari di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong. Namun, rencana itu batal lantaran kondisi cuaca kurang bersahabat. Hingga pada akhirnya diputuskan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan malam hari.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya