Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) Jakarta menilai indeks pertumbuhan ekonomi Ibukota membaik dalam lima tahun terakhir. Namun, perbaikan indeks ekonomi ini belum bisa berdampak signifikan bagi warganya.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik pada BPS Jakarta Syarifudin Nawi menyampaikan, rata-rata pertumbuhan ekonomi di Jakarta mencapai lima hingga enam persen. Hanya saja, hal tersebut tidak bisa dirasakan warganya.
Nawi menilai hal tersebut terjadi disebabkan segala aktifitas yang digelar di Jakarta belum tentu diselenggarkan oleh warga Jakarta. Sementara, Pemprov Jakarta hanya mendapatkan pajaknya saja. "Saya tidak hafal angka pastinya, namun yang jelas pertumbuhan ekonomi ini tidak bisa dirasakan warga Jakarta," tukas dia.
Sementara itu, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyampaikan bahwa pembangunan manusia di Kota Metropolitan Jakarta dinilai baik. Hanya saja, ratio kesenjangan pendapatan warganya masih tinggi, sehingga pertumbuhan ekonomi yang membaik itu belum bisa dirasakan manfaatnya bagi warga.
"Ratio Gini (koefisien yang biasa digunakan untuk mengukur kesenjangan pendapatan dan kekayaan; red), atau kesenjangan pendapatannya masih cukup tinggi yakni berkisar antara 20 persen, sehingga tidak bisa dinikmati warganya," ungkap Yayat, Rabu (18/1).
Menurut Yayat, seharusnya pemerintah memikirkan adanya pemerataan dari kesenjangan pendapatan tersebut. Caranya, adalah dengan membuka kesempatan kerja seluas-luasnya dan peluang usaha sebanyak-banyaknya.
Selain itu, sistem transportasi pun harus diperbaiki oleh pemerintah. Sebab, saat ini sekitar 30 hingga 35 persen upah warga Jakarta tiap bulannya habis hanya untuk sektor transportasi.
Padahal, bila menengok negara lain seperti Singapura, tiap bulan warganya hanya menghabiskan lima persen dari upahnya untuk dihabiskan di sektor transportasi.
Karena itu, Yayat berharap, dengan kesenjangan pendapatan yang terlalu tinggi, pemerintah DKI bisa memberikan subsidi lebih banyak di sektor transportasi. "Beban warga masih tinggi, sudah kesenjangan pendapatan tinggi, gajinya habis pula untuk transportasi dan beban hidup lainnya sehingga pertumbuhan ekonomi yang diklaim baik tidak bisa dirasakan sampai ke bawah," pungkas Yayat.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved