Tangis Anisa Membawa Kebahagiaan

(Gan/J-3)
13/1/2017 04:10
Tangis Anisa Membawa Kebahagiaan
(MI/DEDE SUSIANTI)

LEBIH dari delapan tahun DK (bukan nama asli), 34, menikah. Namun, ia belum juga dikarunia keturunan. Berbagai upaya telah ia dan suaminya lakukan. Bahkan, menginjak usia perkawinan ketujuh, DK dan suami masih berusaha untuk mendapatkan anak hasil buah cinta mereka. Namun, keinginan itu pun kandas ketika hasil pemeriksaan medis memvonis dirinya yang bermasalah. “Kandungan saya yang bermasalah, kata dokter harus diobati ya sudah saya obati, tapi belum juga berhasil, mungkin belum rezeki,” ungkap DK pasrah.

Pada pertengahan 2015, suami istri itu pun memutuskan untuk mengadopsi bayi. Mereka berjanji, saat mengambil keputusan besar ini, senantiasa menyayangi anak yang mereka adopsi sepenuh hati. Sampailah DK pada rumah sederhana di bilangan Mustikajaya, Kota Bekasi. Saat itu dia mendapat informasi dari seorang kerabat bahwa ada wanita yang menginginkan anaknya diadopsi. Alasan ibu kandungnya ialah merasa tak mampu merawatnya. Wanita tersebut merupakan janda. Secara ekonomi, ia terbilang dalam kategori masyarakat prasejahtera. Selain itu, dia masih memiliki tiga anak lainnya yang masih kecil-kecil.

Ia menjanda karena bapak dari anak keempatnya itu meninggal karena menderita penyakit kelenjar getah bening. Karena itu, ia merelakan anaknya yang baru berusia enam bulan segera diadopsi. “Lalu saya dan suami pun memutuskan untuk mengadopsi bayi cantik itu,” lanjut DK. Setelah proses adopsi didampingi Dinsos Kota Bekasi, putusan pengadilan pun melegalkan proses adopsi DK. Ia pun langsung membawa pulang bayi tersebut. Oleh pasangan itu, bayi tersebut dinamai Anisa (bukan nama sebenarnya). “Sejak akhir 2015, saya resmi mengadopsi Anisa. Kini usianya sudah mau dua tahun, alhamdulillah ini rezeki meski melalui perantara orang lain,” imbuh DK.

Dalam menanggapi kasus bayi yang dibuang di TPS Kayuringin, DK berharap aparat kepolisian segera menemukan orangtua bayi tersebut. Meski yang buang orangtua kandung sang bayi, hendaknya pelaku mendapat hukuman yang ­setimpal. “Semoga pelakunya cepat ketemu, tega sekali membuang bayi. Padahal banyak pasangan yang menginginkan lekas dikaruniai anak,” lirih DK. Terkait dengan proses penyidikan kasus pembuangan bayi ini, Kasubag Humas Polres Metro Kota Bekasi, Komisaris Erna Ruswing, menyampaikan pihaknya masih menyelidikinya. Sampai saat ini belum ada titik terang siapa pembuang bayi tersebut. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan. Pihaknya, bersama dengan instansi terkait, masih melakukan pendampingan pada bayi tersebut. “Kita akan terus cari siapa pelakunya sehingga terungkap,” janji Erna. (Gan/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya