Airin Bentak Bawahannya

Deni Aryanto
11/1/2017 18:30
Airin Bentak Bawahannya
(MI/Permana)

PROSESI pelantikan pejabat eselon III di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (10/1) malam, diwarnai suasana yang kurang enak. Sebab, beberapa aparatur sipil negara (ASN) yang hadir membuat kegaduhan dengan mengobrol satu sama lain.

Padahal, pada acara yang digelar di dalam aula lantai 4 gedung Balai Kota Tangsel itu, sang Wali Kota Airin Rachmi Diany sedang berpidato. Airin pun menegur mereka.

"Dengarkan sambutan saya, jangan ngobrol. Siapa itu yang di belakang Pak Yepi (Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman Kota Tangsel) pakai jilbab. Dengar apa yang saya sampaikan," bentak Airin.

Suasana pun mendadak hening. Airin pun lantas melanjutkan pidatonya.

Mantan Putri Indonesia Pariwisata 1996 itu berpesan kepada anak buahnya supaya mampu mengerjakan tugas pokok dan fungsinya. Menurutnya, seorang pemangku kebijakan harus menguasai permasalahan yang ada di lapangan secara obyektif.

Profesionalisme dikatakannya perlu dijunjung tinggi dan menjadi panutan bagi bawahannya. "Jangan justru hanya menunggu laporan dari bawahan. Lakukan monitoring dan kontrol. Tunjukkan karakter Anda sebagai pemimpin," pesannya.

Pada kesempatan itu, sebanyak 160 pejabat eselon III pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dirombak. Airin mengatakan, tujuan dari reshuffle adalah demi profesionalitas kerja dan peningkatan layanan masyarakat.

Baru saja prosesi penyematan lencana terhadap 160 pejabat baru oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota usai, keributan kembali terjadi. Sumber keributan diketahui berasal dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Kemal Mustafa.

Meski ada di lokasi, Kemal bukan salah satu pejabat yang dilantik saat itu. Di tengah kerumunan ratusan PNS lain, ia terlihat marah-marah tanpa sebab. Di dekat Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie yang tengah berdiri depan lift, Kemal berulah melempar tumpukan tabloid ke atas salah satu meja.

"Hai wartawan, baca tuh. Ambil-ambil," teriaknya ke arah wartawan supaya membaca puluhan tabloid yang tersusun terikat tali.

Meski beberapa kali berteriak lantang, Kemal tak menjawab alasannya marah-marah saat coba ditanya wartawan. Matanya justru melotot memasang ekspresi tak bersahabat.

Mendengar kicauan tidak pantas demikian, orang nomor dua di Kota Tangsel itu langsung keluar sambil mendorong Kemal. Tak ayal, keributan makin meluas ke ratusan orang lainnya yang ikut tersulut emosinya. "Tarik keluar orangnya (Kemal). Seret keluar lift," teriak salah satu pegawai Humas Kota Tangsel.

Kendati mendapat umpatan dari banyak orang, Kemal bergeming dan tak berkata apa-apa. Dengan cueknya, dia menutup pintu dan langsung menuju ke lantai bawah.

Menyikapi perilaku anak buahnya itu, Benyamin kepada wartawan berjanji akan memanggil Kemal dan memberinya peringatan tegas. Menurutnya, perilaku yang bersangkutan sangat tidak pantas dilakukan oleh pamong praja.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya