Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUHIDIN duduk termangu memikirkan nasib istrinya yang belum jelas hingga sekarang. Kisah sedih pria tersebut adalah bagian dari musibah terbakarnya kapal wisata Zahro Express kemarin (Minggu 1/1) pagi di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
Ketika itu kapal baru 20 menit berlayar dari dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Mendadak terdengar suara ledakan di dek mesin. Api lalu menjalar dan asap mengepul tebal.
Seperti penumpang lainnya, Muhidin yang bersama istri serta dua anak dan dua adiknya berlari menyelamatkan diri ke lantai dua kapal. Tragisnya, pelampung yang ada ternyata tidak mencukupi. Akhirnya banyak penumpang yang meloncat ke laut.
"Saya sempat cari istri saya kemana. Penuh semua penumpang. Kemudian saya lompat sama dua anak saya. Enggak lama kemudian kapal meledak namun tidak tenggelam," lanjut Muhidin.
Ia pun menceritakan, tidak melihat alat pemadam api ringan di setiap sudut ruang penumpang kapal. "Harusnya kan ada. Pelampung juga dibagikan harusnya pas naik dan cukup tapi ini tidak," tambahnya.
Pria berusia 51 tahun itu akhirnya harus rela kehilangan istrinya yang belum ditemukan. Sementara dua anak serta dua adiknya selamat.
Sedangkan korban selamat lainnya bernama Wisnu berlayar bersama 50 rekan kerjanya. Pria itu mengatakan lantai bawah Zahro Express hanya memiliki lubang jendela kecil. Selain itu, hanya terdapat satu pintu untuk jalur masuk dan keluar penumpang.
"Sumber api itu dari bawah di dekat pintu keluar kapal. Saya kira kecil apinya, pas besar kita langsung panik. Banyak yang terobos api. Jendela kapal kecil, kita tidak bisa lewat jendela, harus lewati sumber api itu dulu," kata Wisnu saat ditemui di RS Atmajaya, Pluit Raya, Jakarta Utara.
Setelah terjun ke laut, Wisnu mengapung dengan bantuan sepotong gabus selama 30 menit. Ia kemudian ditolong kapal nelayan.
Sementara itu, kerabat dan tetangga terus berdatangan ke rumah keluarga besar Masduki Mangkudisastra dan istrinya di komplek Kiara Sari, Bandung, Jawa Barat.
"Ayah dan ibu sengaja berangkat ke pulau Tidung untuk menikmati liburan akhir tahun. Awalnya saya mau ikut tapi batal karena suami sakit," ujar Ilma, salah satu anak Masduki.
Saat berlayar, rombongan Masduki berikut anak dan cucunya total berjumlah tujuh orang. Masduki termasuk ke dalam korban tewas yang sudah ditemukan sementara sang istri masih hilang.
"Keluarga besar kami biasanya berlibur satu tahun dua kali. Sebelum kejadian, ayah dan ibu entah kenapa sempat meminta maaf kepada anak-anaknya," tutur Ilma. (Mal/Mtvn/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved