Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
YUYUN dan Astuti hanya segelintir dari banyak pasangan di Kota Bekasi yang kini mantap membatasi keturunan. Bahkan, metode operasi atau sterilisasi yang membuat hasil permanen kini lebih populer jika dibandingkan dengan metode lain. "Sekarang jumlahnya sudah ratusan menggunakan metode ini, ini data Oktober 2016," ungkap Kasubdit Peran Serta Instansi pada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Bekasi, Tati Roliyah.
Lonjakan pengguna terjadi pada pasien pria. Tati menjelaskan sampai saat ini tercatat sudah 518 orang menggunakan metode operasi pria (MOP). Padahal, tahun lalu tidak ada suami yang menggunakan metode itu. Untuk metode operasi wanita (MOW), tercatat sudah 439 orang menggunakan metode ini. Tahun lalu pemakaian MOW mencapai 573 orang. "Kalau diukur dengan usia, kami tidak bisa tentukan berapa usianya. Yang jelas mereka tak mau punya anak lagi," jelas dia.
MOP dilakukan dengan cara menutup saluran sperma pria, sedangkan metode MOW ialah menutup indung telur wanita. Menurut Tati, banyak pasangan suami istri tidak mau memiliki keturunan lagi karena mereka warga dengan ekonomi terbatas. "Alasannya kalau ditanya soal ekonomi," ujar Tati. Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak pada BP3KB Kota Bekasi, Mini Aminah, mengatakan pemakai MOP dan MOW sebagian besar sudah memiliki tiga anak.
Penggunaan program ini tidak dibatasi usia. "Kalau memang pasangan muda ingin menggunakan sejak dini itu bisa saja dilakukan," kata dia. Mini memperkirakan sebagian besar pengguna program MOP dan MOW khawatir soal efek samping penggunaan alat KB, seperti berbadan gemuk bagi wanita. "MOP dan MOW dampaknya hanya tidak akan bisa lagi punya anak," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved