Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian semringah dengan cepatnya pengungkapan kasus perampokan di Pulomas, Jakarta Timur. Senyum Tito mengembang saat pemaparan akhir tahun Polri, Rabu (28/12). Terlihat beda kala mengungkapkan kasus dugaan teroris tempo hari. Kasus perampokan sadis di rumah mewah kawasan Pulomas, Jakarta Timur, yang mengakibatkan enam orang meninggal menjadi sorotan masyarakat. Memang kasus tersebut bukan kali yang pertama.
Sebelumnya, kasus perampokan di Pondok Indah, Jakarta Selatan, September 2016. Tiga penghuni disandera saat kejadian itu. Pada November 2016, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, aksi perampokan rumah mewah disertai penyekapan juga terjadi. Anak pemilik rumah disekap di dalam kamar serta diikat kedua tangannya. Sebanyak 500 gram emas dibawa kabur perampok. Jenderal Tito pantas tersenyum dengan kinerja jajarannya kali ini.
Dalam kasus Pulomas, polisi bergerak cepat. Dalam kurun waktu satu hari, polisi mampu mengungkap dan menangkap para pelaku. Menurut Tito, keberhasilan polisi selain kemampuan menghimpun dan mengolah data serta pengembangan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), juga tak lepas dari adanya rekaman closed circuit television (CCTV) milik keluarga korban yang terpasang. Teknologi, bagi Tito, merupakan sesuatu yang tidak boleh dijauhi dan dihindari.
Namun, sesuatu yang harus dipelajari sehingga mendukung kinerja. Untuk memperkuat pengamanan, dibutuhkan bantuan teknologi digital seperti CCTV, baik di gedung, ruang publik, maupun rumah pribadi. "Ruang publik, jalanan, taman harus dikover dengan CCTV yang dikendalikan pemerintah. Seperti Singapura, lima menit kita bergerak, dikover CCTV lain," imbuh Tito. Tito mengusulkan Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan regulasi yang mewajibkan pemerintahan daerah memasang CCTV. Nantinya, CCTV yang dikelola swasta dan pemerintah itu akan terkoneksi dengan pusat. "Ini yang perlu adanya digital security untuk ditingkatkan ke depan," kata Tito.
Tugas bersama
Polisi yang sigap dengan masyarakat yang tidak peduli lingkungan sosial juga tidak baik. Keamanan dan ketertiban sulit terujud. Begitu pun sebaliknya. Jika kedua belah pihak bersinergi, hasilnya pasti optimal. Apalagi ditambah dengan optimalisasi penggunaan teknologi terkini.
"Polri memiliki satuan pembinaan masyarakat, personelnya disebut Bhabinkamtibmas. Mereka punya program pemolisian masyarakat yang intinya menjadikan masyarakat agar bisa jadi polisi bagi dirinya," kata Direktur Pembinaan Masyarakat Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Brigadir Jenderal Dudi Nur Arif, kepada Media Indonesia, Kamis (30/12).
Program tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas dengan mendatangi satu per satu rumah warga di wilayah kerjanya.
Minimal, satu hari Bhabinkamtibmas harus mendatangi lima rumah dan berbagi informasi mengenai situasi di lingkungan perumahannya. Mereka melaksanakan program polmas dan memberikan saran jika terjadi situasi yang membahayakan.
"Mereka membuatkan solusi kalau warga ada masalah. Penyelesaiannya itu juga bekerja sama dengan Babinsa dari TNI dan pihak kelurahan," kata Dudi. Untuk di Jakarta, Dudi mengatakan ada beberapa kelurahan yang ditempatkan dua Bhabinkamtibmas.
Pasalnya, jika hanya ditempatkan satu personel, tidak akan cukup untuk bisa menyambangi seluruh rumah penduduk di kelurahan yang dia jaga. "Kawasan yang umumnya ditempatkan dua Bhabinkamtibmas untuk di Ibu Kota antara lain beberapa kelurahan di Jakarta Pusat. Karakternya sangat beragam. Apalagi, tingkat kerawanannya pasti tinggi di perkotaan," tandas Dudi. (Beo/Nic/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved