Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ISTILAH 'kalau lapor kehilangan ayam ke polisi, yang hilang justru kambing' berupaya ditinggalkan Polisi Republik Indonesia (Polri). Istilah itu muncul karena jika masyarakat lapor polisi, biaya yang mereka keluarkan jauh lebih mahal daripada barang yang dilaporkan hilang. Salah satu upayanya ialah bakal hadirnya Sistem Aplikasi Pelaporan Polda Metro Jaya (Siap PMJ). Nanti, siapa pun yang terhubung dengan aplikasi tersebut bisa melaporkan setiap kejadian di sekitar melalui satu tombol di gadget.
Dijadwalkan, aplikasi itu siap dioperasionalkan awal 2017 mendatang. Siap PMJ merupakan sebuah aplikasi di telepon pintar yang terhubung dengan ruang komando di Polda Metro Jaya. Aplikasi itu memiliki sejumlah menu, antara lain 'lapor', 'lokasi kantor polisi', 'alarm', 'SOS', serta 'pengaturan'. Pengguna hanya perlu mendaftar dengan menggunakan surel dan nomor telepon untuk membuat akun. Ada sistem GPS dalam aplikasi itu sehingga ia bisa mengetahui keberadaan si pengguna.
Aplikasi itu terbilang keren, sebab bisa melaporkan suatu kejadian dengan menggunakan foto atau video berdurasi 10 detik dan informasi lokasi berdasarkan GPS. Laporan akan segera terkirim ke ruang komando dan segera ditindaklanjuti petugas polisi terdekat dari tempat kejadian perkara. Sementara itu, tombol alarm bisa mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi dari telepon genggam si pengguna untuk menarik perhatian orang sekitar.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan hadirnya aplikasi ini bertujuan mempercepat penanganan perkara, khususnya kejadian-kejadian yang bersifat urgent dan membutuhkan pertolongan cepat. "Jadi, bisa lebih mudah memantau dan menugasi personel untuk datang langsung ke TKP. Yang terpenting ialah kecepatan menangani di TKP itu," ujar Argo, Kamis (29/12).
Polisi menargetkan respons terhadap suatu laporan melalui aplikasi ini tak boleh lebih dari 1 menit sebab setiap laporan yang masuk akan mengirim sinyal melalui alarm yang harus segera ditindaklanjuti petugas. Setidaknya ada 27 orang operator di ruang komando yang terbagi dalam tiga sif. "Mereka sedang dilatih. Hal-hal teknisnya sedang dicek dan dites. Sesegera mungkin kami harapkan bisa diluncurkan awal 2017," harap Argo. Aplikasi Siap PMJ, ungkap Argo, direncanakan terintegrasi dengan database KTP-E, terhubung langsung dengan layanan pemadam kebakaran dan rumah sakit.
Namun, rencana itu dijalani dengan bertahap. Prioritas awal untuk laporan yang membutuhkan pertolongan cepat. "Ya...pelan-pelanlah. Doa kan segera terwujud integrasi tersebut," imbuh Argo. Saat ditemui secara terpisah, Kepala Subdirektorat Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan menegaskan teknologi (aplikasi) sangat membantu dalam mempercepat penanganan kasus dengan urgensi tinggi.
Ia mencontohkan kasus penyekapan di Pondok Indah pada September silam. "Kejadiannya pagi, tapi informasinya baru sampai di saya sekitar pukul 10.00 atau 11.00. Itu pun informasinya enggak akurat. Andai ada aplikasi seperti ini, laporannya bisa masuk dalam hitungan detik dan bisa langsung ditangani petugas," ujarnya. Hendy yakin, bantuan teknologi (aplikasi) dapat menyingkat pengungkapan kasus dengan efektif dan cepat jika dibandingkan dengan menunggu laporan manual dari masyarakat. Dengan begitu, polisi pun bisa menjadi lebih dekat kepada masyarakat. "Kalau ojek daring saja bisa hadir dalam genggaman masyarakat, kenapa polisi enggak," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved