DKI Bersiap,Saluran Utama Dikeruk

Putri Anisa Yuliani
28/10/2015 00:00
DKI Bersiap,Saluran Utama Dikeruk
(MI/Galih Pradipta)
JAKARTA bersiap menghadapi banjir seperti yang selalu terjadi setiap musim hujan. Oleh karena itu, menjelang musim hujan mendatang pun, Pemerintah Provinsi DKI telah melakukan berbagai antisipasi. Antisipasi banjir kali ini difokuskan pada pengerukan saluran-saluran utama. Menurut Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Tri Joko Sri Margianto, pengerukan dilakukan sebagai upaya mempersingkat waktu genangan di suatu kawasan. Ia juga berharap pengerukan bukan hanya mempersingkat waktu genangan, melainkan juga bisa mengurangi kedalaman dan luas area genangan.

"Upaya kami, mengurangi, karena belum bisa menghilangkan (banjir). Kami harapkan dengan pengerukan dan upaya memaksimalkan pompa, banjir tahun ini tidak selama, sedalam, dan seluas tahun lalu," ujar Tri Joko, beberapa waktu lalu. Saluran utama yang dikeruk, antara lain Sungai Ciliwung aliran tengah yang melintasi Istana Negara, Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat hingga Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara. Lumpur pada saluran tersebut telah dikeruk, sehingga alirannya lebih dalam.

Di aliran barat, ujarnya, pihaknya fokus pada pengerukan dua saluran air di Jalan S Parman, terutama di sekitar persimpangan Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanegara, sebab pada musim hujan, kawasan tersebut kerap dilanda banjir sampai berhari-hari sehingga melumpuhkan arus lalu lintas dan aktivitas warga. "Di lokasi itu, ada dua gorong-gorong dengan kedalaman 2 meter, tapi tertutup lumpur, sehingga pampat. Sekarang sudah dikeruk, nanti airnya lancar. Karena di ujung aliran ada pompa, tinggal bagaimana kita mengontrol terus operator pompanya," kata Tri Joko.

Sungai-sungai di aliran barat lainnya, seperti Kali Mookervart, Kali Sekertaris, Cengkareng Drain hingga Kali Angke juga telah dikeruk. Meskipun demikian, ia menyatakan belum bisa menghilangkan seluruh genangan yang timbul akibat hujan. Sementara itu, untuk kawasan langganan banjir lainnya, antara lain Bukit Duri, Jakarta Selatan, Tri Joko mengatakan upaya satu-satunya untuk mengurangi banjir di area itu ialah memperluas dan memperdalam Sungai Ciliwung yang melintas di dekatnya. Selain langkah tersebut, tanggul tinggi juga harus dibangun agar air Sungai Ciliwung tidak meluap ke permukiman dan jalan.

Berdayakan PPSU

Karena fokus antisipasi banjir dilakukan melalui pengerukan sungai dan saluran air, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan juga melakukan hal serupa. Pengerukan antara lain dilakukan pada saluran air di kawasan Rawa Bambu, Pasar Minggu. Sejumlah petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) mengeruk lumpur dan sampah yang ada di saluran air kawasan tersebut kemudian mengangkutnya ke truk sampah untuk dibuang. Sekertaris Kota Jakarta Selatan Desy Putra menuturkan, untuk mengantisipasi banjir, pihaknya memaksimalkan kinerja PPSU yang bertugas di 30 kelurahan.

Kali yang dikeruk, antara lain Kali Krukut, Mampang, dan Kali Grogol. Di Jakarta Utara, kali yang dinormalisasi sebagai upaya antisipasi banjir, antara lain Kali Cacing, Sentiong, Cakung Lama, dan Kali Tiram. "Kami juga memperbaiki pompa-pompa air yang rusak, sehingga bila musim hujan datang, kami dapat mengantisipasinya," kata Kepala Suku Dinas Tata Tata Air Jakarta Utara Kasna. Menurutnya, di wilayahnya terdapat 32 rumah pompa. Dari jumlah itu, 13 di antaranya ditangani langsung oleh instansinya. "Saat ini sedang kita perhatikan kondisinya. Yang rusak segera diperbaiki," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya