Berlomba Menggaet Pengunjung di Pergantian Tahun

Gana Buana
23/12/2016 01:00
Berlomba Menggaet Pengunjung di Pergantian Tahun
(DOK MI/ATET DWI PRAMADIA)

KERIAAN mengakhiri 2016 mulai terasa menjelang 10 hari memasuki 2017, khususnya di hotel-hotel berbintang dan mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta. Mereka berhias, menggelar aneka acara, dan menawarkan sejumlah potongan harga atau diskon. Seperti yang terpampang di Summarecon Mal Bekasi, yang terletak di Jalan Bulevard Ahmad Yani, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Utara. Pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bekasi tersebut memberi penawaran yang menggiurkan.

"Pesta pergantian tahun baru rutin kami gelar, untuk tahun ini Summarecon Mal Bekasi akan menyajikan pertunjukan musik yang dibalut dengan adanya pesta kembang api," ungkap juru bicara Summarecon Mal Bekasi Acista Nitbani kepada Media Indonesia, Kamis (22/12). Untuk memikat masyarakat, pihaknya menawarkan bagi pengunjung yang membeli tiket pertunjukan di sana dapat menyaksikan penampilan artis Tanah Air papan atas Raisa dan mendapatkan paket makan malam lengkap serta suvenir menarik.

"Paket dinner yang kami sediakan pun lengkap mulai hidangan pembuka, utama, hingga penutup," jelas Cista. Pihak manajemen, kata dia, menyediakan loket pembelian tiket di sekitar lobi timesquare Summarecon Mal. Tidak hanya itu, pembeli pun bisa membeli tiket tersebut lewat media daring. Harga tiket pun dibagi menjadi tiga kategori, Red Rp600 ribu, Yellow Rp500 ribu, dan Blue Rp400 ribu. Mal Taman Anggrek di Jakarta Barat, Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan, dan Gandaria City serta Plaza Senayan juga menawarkan acara yang menarik saat menjelang pergantian tahun.

Hampir seluruh pusat perbelanjaan di Jakarta menawarkan diskon sangat menggoda. Hanya, pengunjung harus hati-hati dalam melihat diskon. Jangan terpaku oleh besarnya diskon, tapi kewajaran dari harga barang yang didiskon. "Kalau saya tetap lihat harga sebelum diskon dan setelah diskon. Ada yang kasih diskon tertulis 60%, tapi sebenarnya diskon hanya 20%. Sebab sudah dinaikkan dulu, baru didiskon. Hati-hatilah pokoknya," imbuh Farida, pengunjung di Cibinong City Mall yang tengah melihat busana di salah satu gerai di sana, kemarin.

Hotel
Hotel menjadi salah satu pilihan menikmati pergantian tahun. Salah satunya Fairmont Hotel yang terletak di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat. Di K22 Bar Terrace yang terletak di lantai 22 Fairmont Hotel, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta dengan jelas. Saat perayaan tahun baru, dari K22 tersebut Anda bisa melihat lautan kembang api yang digelar di Ibu Kota. Anda yang tidak menginap di Fairmont Hotel harus merogoh kocek seharga Rp250 ribu untuk bisa menikmati lautan kembang api tersebut.

Harga tersebut sudah termasuk minuman selamat datang, berupa wine merah atau wine putih. "Kami memang tidak punya pemasangan kembang api, tapi kami justru menyaksikan kembang api di K22 Bar Terrace," imbuh Manajer Marketing Communication Fairmont Hotel Malinda Yasmin, Kamis (22/12). Acara yang lebih simpel ditawarkan Harris Hotel di Jalan Boulevard Ahmad Yani, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Promo potongan harga 15% sudah ditutup karena sudah capai target. Harris hotel mengusung tema rock 'n roll.

Untuk menikmati rangkaian acara ini, Harris hotel menawarkan beberapa variasi harga, antara lain room package sebesar Rp1,6 juta paket Family Gala Dinner mulai Rp200 ribu untuk anak di atas lima tahun, Rp350 ribu untuk dewasa, dan paket keluarga Rp2,618 juta untuk enam orang dewasa dan empat anak. "Harganya sudah nett, promo diskon untuk pemesanan di awal, tetapi periodenya sudah habis," tukas Lina. Lebih nikmat di rumah

Bagi sebagian warga, momen pergantian tahun lebih enak dinikmati di rumah bersama keluarga. Seperti Iwan dan Wahyu, warga BSD, Tangerang Selatan. Keduanya rutin di rumah setiap malam tahun baru. Iwan biasanya hanya menyalakan kembang api bersama istri dan dua anaknya di depan rumah. "Malam tahun baru macet. Buang-buang bensin. Lagi pula, ya, begitu-begitu saja kan tahun baru," kata pria berusia 39 tahun itu. Wahyu, 41, pegawai swasta, mengatakan hal senada.

Baginya, pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan gegap gempita. Dirinya hanya bersyukur, dengan pergantian tahun, cicilan rumah dan mobilnya sebentar lagi terlunasi. Wahyu lebih suka mendidik dua anaknya kesederhanaan. Ia tidak akan mengajak buah hatinya itu pergi ke mal atau tempat lain untuk menikmati pesta tahun baru. "Cukup melihat kembang api dari lantai dua dengan teropong. Mengucap syukur cicilan rumah berkurang," selorohnya. (Beo/aya/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya