Pembangunan Underpass Dikebut

Putri Anisa yuliani
22/12/2016 01:15
Pembangunan Underpass Dikebut
(Antara)

PEMBANGUNAN tujuh sarana penyeberangan berupa terowongan atau underpass di tujuh stasiun kereta dikebut. Sarana tersebut dibangun untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan calon penumpang transportasi massal tersebut. Salah satu underpass penyeberangan yang sudah selesai dibangun berada di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Sementara itu, enam lainnya, yakni Stasiun Tebet, Cilebut, Citayam, Pondok Ranji, Sudimara, dan Bojong Gede, masih dibangun dan ditargetkan selesai tahun depan.

"Penyeberangan ini khususnya untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna saat akan menggunakan kereta," kata Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila di Stasiun Tebet, Rabu (21/12). Menurutnya, sarana penyeberangan sangat penting sebagai bentuk pelayanan dan peningkatan keamanan, terutama karena waktu tunggu antarkereta semakin singkat, sehingga membuat penumpang tidak aman menyeberangi rel untuk mencapai peron.

"Kita punya target peningkatan penumpang hingga 1,2 juta per hari pada 2019 bersamaan dengan selesainya jalur rel ganda Stasiun Manggarai sehingga headway kereta akan semakin singkat, bisa setiap 2 sampai 3 menit. Dengan begitu, penyeberangan lintas rel harus ditutup demi keselamatan penumpang," tukasnya. Selain alasan keamanan, jumlah peningkatan penumpang yang sangat signifikan pada tujuh stasiun tersebut menjadi dasar PT KCJ untuk membangun fasilitas tersebut.

Peningkatan signifikan terjadi di Stasiun Tebet. Pada Januari, jumlah rata-rata penumpang 22.297 orang per hari. Sementara itu, pada November, jumlahnya meningkat menjadi 29.727 orang. Di Stasiun Bojong Gede juga terjadi peningkatan jumlah penumpang dari 30.052 orang per hari pada Januari menjadi 35.246 pada November. Peningkatan jumlah penumpang pada periode sama juga terlihat di Stasiun Sudimara, yakni dari 14.552 menjadi 18.828 orang per hari.

Pengguna KRL di Stasiun Cilebut juga meningkat mencapai 18.753 orang per hari pada November, padahal pada Januari hanya 15.131 orang. Keputusan membangun underpass pun diambil karena tujuh stasiun tidak mungkin direvitalisasi total dengan memperluas stasiun hingga menjadi dua lantai untuk penyeberangan lantaran lahannya terbatas. Kondisi itu berbeda dengan stasiun lainnya di relasi Tangerang dan Bekasi yang masih memiliki lahan cukup untuk revitalisasi.

"Ketujuh stasiun ini sempit. Memperluas peron tidak bisa. Membangun lantai dua seperti di Palmerah juga tidak bisa. Underpass adalah satu-satunya solusi tercepat," ujar Fadhila. Ia menargetkan pada pertengahan 2018 pembangunan underpass selesai sampai ke seluruh stasiun relasi Bogor dari Stasiun Manggarai.

Rehabilitasi total
Selain itu, fasilitas penyeberangan berupa tangga naik akan dibangun di seluruh stasiun relasi Bekasi hingga Cikarang dari Jatinegara. Seluruh stasiun yang berada di relasi tersebut akan direhabilitasi total sehingga memiliki dua lantai. Lantai 2 diperuntukkan khusus penyeberangan antarperon, toilet, musala, serta pintu tap masuk dan keluar.
Proses rehabilitasi total tersebut akan dimulai tahun depan bersamaan dengan pembangunan terowongan penyeberangan di seluruh stasiun relasi Bogor.

"Yang dari Jatinegara sampai ke Cikarang akan kita bangun berlantai dua. Sementara itu, dari Manggarai sampai Bogor kita bangun underpass. Keduanya kita bangun secara bersamaan, paralel," tegas Fadhila. Pembangunan tangga penyeberangan juga sedang dalam tahap penyelesaian di Stasiun Tanah Abang. Tempat penyeberangan stasiun tersebut akan dilengkapi dengan enam eskalator. (J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya