JAKARTA sebagai ibu kota memiliki fasilitas olahraga yang tersebar hingga tingkat kelurahan. Sebagai sarana publik, perawatan belum maksimal dilakukan. Memang membangun itu mudah, yang sulit ialah merawatnya.
Sarana dan fasilitas olahraga yang mumpuni di Jakarta baru berada di kompleks Gelora Bung Karno Senayan. Itu pun sebagai peninggalan masa Presiden Soekarno. Satu lagi ialah Britama SportsMall Arena, yang biasa digunakan untuk pertandingan basket level internasional. Sisanya bisa dibilang dalam kondisi memprihatinkan atau malah ada yang sudah digusur seperti Stadion Lebak Bulus.
Pembangunan sarana olahraga pun gencar dilakukan dari gubernur satu ke gubernur lainnya. Kini sarana atau gedung-gedung olahraga milik pemprov yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk gelanggang olahraga di 44 kecamatan. Beberapa terkesan kumuh karena bau pesing yang menyengat dari ruang toilet.
Meminjam istilah Ahok, sapaan Gubernur DKI Jakarta, bau pesing di sarana atau fasilitas olahraga sebagai perbuatan liar di hutan. Sebab orang yang buang air kecil (kencing) sembarangan hidup tanpa aturan, seperti di hidup di hutan.
Mendekatkan warga Kini Pemprov DKI Jakarta memiliki konsep mendekatkan sarana dan fasilitas olahraga di tengah-tengah masyarakat. Namanya, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Sudah ada enam RPTRA yang dibangun.
Beberapa fasilitas dibangun di antaranya, futsal, jogging track, outdoor fitness, amfiteater, perpustakaan, kolam ikan, ruang konseling keluarga, ruang laktasi, taman bermain, dan lainnya.
Sejumlah warga berolahraga di Taman Sehat Pedongkelan, Jakarta Barat Foto: ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA
Tahun ini ditargetkan 63 RPTRA selesai dibangun. Tahun depan akan dibangun 150 RPTRA lainnya. Proses pembangunan RPTRA dikatakan Ahok melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan perawatan taman juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar RPTRA dan dikoordinasi oleh ibu-ibu PKK.
"Ini (RPTRA Cililitan) dibangun di atas lahan bekas area parkir mobil warga. Jadi sederhananya, RPTRA ini warga sebagai pemilik dan juga pengelola," ujar Ahok, kemarin (Rabu, 22/10/2015).
Warga cukup antusias dengan kehadiran RPTRA tersebut. Warga menilai saat ini di Jakarta sangat sulit menemukan ruang untuk berinteraksi satu warga dengan warga lainnya. "Taman sekarang kan biasanya ada di tengah kota. Kalau di dalam kampung kayak gini gak ada. Jadi kami senang dan bersyukur anak-anak punya tempat main baru," ujar Aisyah warga setempat.(Mal/J-3)