Sekjen Jakmania Diduga Provokasi

(Mal/Nel/J-3)
20/10/2015 00:00
Sekjen Jakmania Diduga Provokasi
( ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
KETUA Umum Jakmania Richard Achmad Supriyanto membenarkan FB, sekretaris jenderal kelompok suporter Persija, ditangkap polisi. FB diduga memprovokasi pendukung Persija untuk melakukan aksi penolak-an terhadap Persib Bandung bertanding dalam final Piala Presiden di Jakarta. "Betul, yang bersangkutan merupakan sekjen (sekretaris jenderal) Jakmania," ujar Richard saat dihubungi, kemarin.

Untuk mengetahui duduk masalahnya, Richard menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Sementara ini dugaan yang disangkakan kepada FB ialah memprovokasi. Dirinya belum bisa memastikan sejauh mana keterlibatan FB. Pihaknya juga terus berkoordinasi kepada anggota Jakmania lainnya terkait dengan provokasi yang dilakukan FB yang ramai di media sosial. "Sementara dugaannya memang terlibat, nanti kita koordinasi dengan Pak Kapolda apakah benar dia terlibat dan sejauh mana keterlibatannya," kilahnya.

FB ditangkap polisi karena diduga menjadi provokator keributan suporter di Gelora Bung Karno (GBK). Melalui akun Twitter-nya, FB mengunggah pernyataan bernada provokatif pada Minggu (11/10). Dari tangan FB, petugas menyita satu unit ponsel, komputer jinjing, akun Twitter pelaku, Facebook, dan e-mail pelaku, serta buku catatan. Unggahan itu berisi 'Kalau menganggap final Piala Presiden di GBK takkan ada apa-apa, mungkin Anda bisa menyusul kawan Anda Rangga #tolakpersibmaindiijakarta'.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan komunikasi dengan koordinator wilayah Kemayoran atas nama Doni yang mengiyakan penyerbuan Jakmania Kemayoran, Jakarta Pusat, terhadap pendukung Persib Bandung. Jika terbukti bersalah, FB akan dikenai Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE dan atau Pasal 160 KUHP. Di sisi lain, sedikitnya 400 anggota Jakmania ditahan di Polres Jakarta Selatan. Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin menuturkan mereka ditangkap di beberapa lokasi di kawasan Setiabudi, Kebayoran Baru, Mampang, dan Tol JORR.

"Jumlah mereka kurang lebih 400 suporter. Kebanyakan anak usia SMP," ujar Aswin. Saat ini kepolisian masih mendata ratusan suporter tersebut dan meminta kete-rangan mereka satu per satu. Orangtua mereka juga dipanggil dan didata. Mereka nantinya akan diberi pengarahan oleh bagian Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Jakarta Selatan. "Orangtua mereka juga akan diberi pengarahan agar anaknya tidak mengulanginya," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya